Najmudin, Salman (2026) Dinamika pengakuan aliran kepercayaan di Indonesia: 1965–2017. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Teseis.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (306kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
Lembar Pernyataan.pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf Download (266kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I (2).pdf Download (422kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II (2).pdf Restricted to Registered users only Download (464kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
Bab III (2).pdf Restricted to Registered users only Download (447kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV (2).pdf Restricted to Registered users only Download (468kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
Bab V (2).pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka (2).pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran Tesis_compressed.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika pengakuan aliran kepercayaan di Indonesia pada periode 1965–2017 dengan fokus pada hubungan antara negara, agama, dan penghayat kepercayaan. Permasalahan penelitian berangkat dari adanya diskriminasi administratif dan sosial yang dialami penghayat kepercayaan akibat kebijakan negara yang membedakan agama resmi dan kepercayaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan historis pengakuan aliran kepercayaan, menjelaskan peran negara dan agama dalam pembentukan kebijakan, serta mengkaji implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 terhadap pemenuhan hak-hak sipil penghayat kepercayaan. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas dokumen hukum, arsip pemerintah, putusan Mahkamah Konstitusi, surat kabar, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penghayat kepercayaan dan kebijakan keagamaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Orde Baru, penghayat kepercayaan mengalami berbagai bentuk pembatasan melalui kebijakan administratif dan pengawasan negara yang menempatkan mereka di luar kategori agama resmi. Memasuki era Reformasi, tuntutan pengakuan semakin menguat melalui advokasi masyarakat sipil dan pendekatan hukum. Perubahan signifikan terjadi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 yang mengakui hak konstitusional penghayat kepercayaan untuk dicantumkan dalam dokumen kependudukan. Meskipun demikian, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan berupa stigma sosial, resistensi sebagian kelompok masyarakat, dan ketidaksamaan pelaksanaan di berbagai daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan terhadap aliran kepercayaan merupakan hasil proses historis yang panjang dan menjadi bagian penting dalam penguatan pluralisme, demokrasi, serta perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aliran kepercayaan; Penghayat kepercayaan; Putusan MK No. 97/PUU-XIV/2016; Pluralisme; Hak asasi manusia |
| Subjects: | Islam > Apologetics and Polemics Communities > Community Sociology Constitutional and Administrative Law > Constitutional Law of Indonesia Analysis, Theory of Functions > Other Analytic Methods |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Salman Najmudin |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:54 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:54 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



