Arqam, Nurul Fadhilah Ramadhani (2026) Larangan bunuh diri dalam Al-Qur'an: Studi komparatif QS. An-Nisa' Ayat 29 dalam tafsir An-Nur dan Fathul Qadir. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (145kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (163kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (192kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (180kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena bunuh diri di Indonesia menunjukkan tren peningkatan progresif yang mengkhawatirkan sekaligus menghadapi realitas underreporting akibat kuatnya stigma sosial dan religius masyarakat. Islam secara normatif melarang keras tindakan ini demi menjaga kesucian jiwa (hifz nafs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur dan Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir mengenai larangan bunuh diri pada QS. An-Nisa’ ayat 29, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pandangan di antara keduanya melalui perspektif tafsir muqaran (komparatif). Jenis penelitian ini ialah kualitatif, dengan metode penelitian analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dalam mengumpulkan data penelitian. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam menyusun penelitian ini ialah pendekatan komparatif, yaitu membandingkan satu variabel dengan variabel yang lain untuk menemukan persamaan dan perbedaan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasbi Ash-Shiddieqy dan Asy-Syaukani sama-sama menegaskan bahwa bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip pemeliharaan jiwa. Namun, Hasbi Ash-Shiddieqy menafsirkan larangan tersebut secara lebih kontekstual dan sosial dengan corak adab ijtima’i. Sementara itu, Asy-Syaukani menafsirkan ayat tersebut secara lebih tekstual dan normatif dengan corak fiqh, serta memperkuat penafsirannya melalui hadits-hadits Nabi dan pendapat ulama terdahulu. Adapun perbedaannya tampak pada pendekatan, corak, penggunaan bahasa, serta orientasi penafsiran yang dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing mufassir.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Bunuh diri; Tafsir muqarran; Tafsir An-Nur; Fathul Qadir |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Kumpulan Ayat-ayat dan Surat-surat Tertentu dalam Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Kandungan Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Nurul Fadhilah Ramadhani Arqam |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:01 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:01 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133523 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



