sadewa, Andhika Tria (2026) Penggunaan jasa pesanan fiktif dalam jual beli lukisan di aplikasi Shopee dalam perspektif hukum ekonomi syariah: Studi pada toko @azhar art painting. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (76kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak .pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf.pdf Download (429kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi .pdf Download (166kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1 .pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2 .pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3 .pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4 .pdf Restricted to Registered users only Download (377kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (28kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka .pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada maraknya praktik penggunaan jasa fake order dalam transaksi jual beli online, khususnya untuk meningkatkan rating dan reputasi toko di aplikasi Shopee. Praktik ini tidak hanya menciptakan citra yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tetapi juga berpotensi menyesatkan konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Oleh karena itu, fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keabsahan serta etika transaksi tersebut dalam perspektif hukum ekonomi syariah, terutama terkait dengan prinsip kejujuran, transparansi, dan larangan unsur penipuan dalam muamalah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan praktik penggunaan jasa fake order yang dilakukan oleh penjual, serta untuk menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah dalam aktivitas muamalah. Kerangka berpikir dalam penelitian ini didasarkan pada konsep akad ijarah dan jual beli, prinsip kejujuran dalam etika bisnis Islam, serta larangan terhadap unsur gharar dan tadlis. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa praktik fake order berpotensi tidak memenuhi rukun dan syarat akad yang sah karena tidak adanya niat transaksi yang sebenarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik fake order dan tinjauan hukumnya. (1)Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik fake order dilakukan melalui kerja sama antara penjual dan penyedia jasa tertentu dengan tujuan menciptakan transaksi fiktif yang seolah-olah nyata, guna meningkatkan rating dan citra toko di mata konsumen. Praktik ini tidak hanya memanipulasi sistem penilaian, tetapi juga berpotensi menyesatkan calon pembeli dalam mengambil keputusan. (2)Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, tindakan tersebut dinilai tidak sah karena bertentangan dengan prinsip kejujuran (ṣidq) dan transparansi (bayān) yang menjadi landasan utama dalam transaksi. Selain itu, praktik ini mengandung unsur penipuan (tadlīs) dan ketidakjelasan (gharar), yang secara tegas dilarang dalam Islam. Oleh karena itu, praktik fake order tidak memenuhi rukun dan syarat akad yang sah, sehingga tidak dapat dibenarkan baik secara etika maupun hukum dalam muamalah Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fake Order; Hukum Ekonomi Syariah; E-Commerce |
| Subjects: | Econmics > Economists Law > Organization and Management of Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Andhika Tria Sadewa |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:48 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:48 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133543 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



