Syaifullah, Umar (2026) Analisis yuridis terhadap kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat tahun 2025 tentang perjanjian perdagangan resiprokal perspektif siyasah dauliyah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (243kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (254kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (386kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (431kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (590kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat tahun 2025 yang memengaruhi dinamika perdagangan internasional dan mendorong terbentuknya kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut menjadi perhatian karena menimbulkan persoalan mengenai kedudukannya dalam hukum internasional, implikasinya terhadap kepentingan nasional Indonesia, serta relevansinya dengan prinsip-prinsip Siyasah Dauliyah. Selain berkaitan dengan hubungan perdagangan, kesepakatan bilateral ini juga mencerminkan dinamika diplomasi ekonomi dan politik global di tengah meningkatnya persaingan perdagangan internasional. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk menjelaskan kedudukan kesepakatan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat tahun 2025 dalam perspektif hukum internasional, (2) implikasi yuridis dan kebijakannya terhadap kepentingan nasional Indonesia, (3) serta tinjauannya dalam perspektif Siyasah Dauliyah. Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada teori hukum internasional (Malcolm N. Shaw), teori kebijakan ekonomi dan diplomasi (John Ravenhill), serta teori Siyasah Dauliyah. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis dengan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, perjanjian internasional, jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi pemerintah, serta sumber lain yang relevan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran hukum dan pendekatan normatif terhadap berbagai ketentuan hukum internasional serta prinsip siyasah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesepakatan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat tahun 2025 memiliki kedudukan sebagai bentuk perjanjian internasional yang menimbulkan konsekuensi hukum bagi para pihak berdasarkan prinsip pacta sunt servanda. (2) Kesepakatan tersebut memberikan implikasi yuridis dan kebijakan terhadap kepentingan nasional Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, dan keamanan, baik berupa peluang peningkatan hubungan perdagangan maupun tantangan terhadap perlindungan industri nasional dan posisi Indonesia dalam dinamika perdagangan global. (3) Dalam perspektif Siyasah Dauliyah, kebijakan diplomasi perdagangan Indonesia pada dasarnya diperbolehkan sepanjang berorientasi pada kemaslahatan umum, keadilan, perlindungan kepentingan rakyat, serta dilaksanakan secara hati-hati dan bertanggung jawab.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Kesepakatan Bilateral; Perdagangan Resiprokal; Siyasah Dauliyah |
| Subjects: | International Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Ketatanegaraan dan Politik Islam (Siyasah) |
| Depositing User: | Umar Syaifullah |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:41 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:41 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134076 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



