Marselina, Shalma (2026) Outfit sebagai pembentuk identitas mahasiswa : Penelitian pada mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (149kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (218kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (177kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (273kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (311kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (291kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (458kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (197kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya perhatian mahasiswa terhadap outfit sebagai bagian dari penampilan di lingkungan kampus. Outfit tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi menjadi simbol sosial untuk mengekspresikan identitas diri. Dalam konteks interaksi sosial, perbedaan gaya berpakaian kerap menimbulkan berbagai respons, baik berupa apresiasi maupun penilaian negatif, sehingga menunjukkan bahwa outfit memiliki makna yang beragam dan dipengaruhi oleh interpretasi individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna outfit bagi mahasiswa, faktor yang memengaruhi pemilihan outfit, serta respons mahasiswa terhadap outfit dalam perspektif interaksionisme simbolik. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana outfit berperan dalam pembentukan identitas diri mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari oleh George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Dalam teori ini dijelaskan bahwa makna terbentuk melalui proses interaksi sosial dan interpretasi individu terhadap simbol. Outfit dipandang sebagai simbol yang dimaknai berdasarkan pengalaman sosial. Konsep looking glass self digunakan untuk melihat bagaimana individu menilai dirinya melalui respons orang lain. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang dipilih secara purposive sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outfit dimaknai oleh mahasiswa sebagai bentuk ekspresi diri, identitas sosial, dan sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri. Pemilihan outfit dipengaruhi oleh faktor internal seperti kenyamanan dan kepercayaan diri, dan faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan tren.. Respons mahasiswa terhadap outfit menunjukkan adanya proses interpretasi dan refleksi diri, sehingga outfit menjadi simbol yang maknanya terus berkembang dalam interaksi sosial di lingkungan kampus.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Outfit;Interaksionisme simbolik;Identitas Mahasiswa |
| Subjects: | Social Interaction, Interpersonal Relations Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Shalma Marselina |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:29 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:29 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134683 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



