Maharizki, Rizka (2026) Layanan konseling individu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa fatherless kelas VIII: Penelitian di SMPN 50 Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (29kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02_ Abstrak.pdf Download (291kB) | Preview |
|
|
Text (TURNITIN)
turnirin (1).pdf Download (219kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Isi)
04_ Daftar Isi.pdf Download (309kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
05_ Bab I.pdf Download (608kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
06_Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (563kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
07_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (705kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
08_ BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
09_ Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena rendahnya motivasi belajar pada siswa yang mengalami kondisi fatherless menjadi salah satu permasalahan yang kerap kali ditemukan di lingkungan sekolah. Fatherless merujuk pada kondisi di mana anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan ayah, baik karena perceraian, kematian, maupun ayah yang tidak terlibat dalam keseharian anak. Tanpa adanya figur ayah, motivasi belajar anak cenderung menurun karena kehilangan dorongan dan arah dalam belajar. Kondisi ini ditandai dengan kurangnya minat belajar, sering terlambat, tidak mengerjakan tugas, serta rendahnya partisipasi dalam pembelajaran yang berdampak pada prestasi akademik. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi awal motivasi belajar siswa yang mengalami kondisi fatherless , mendeskripsikan proses pelaksanaan layanan konseling individu yang diberikan, serta mengkaji bagaimana hasil dari layanan tersebut terhadap peningkatan motivasi belajar siswa fatherless di SMPN 50 Kota Bandung. Teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow digunakan sebagai landasan dalam memahami motivasi belajar siswa fatherless , yang menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia secara bertahap dapat mendorong tumbuhnya motivasi. Adapun penerapan layanan konseling individu mengacu pada teori Client – Centered, dimana siswa didorong untuk berperan aktif dalam mencari dan menentukan solusi atas persoalan yang dihadapi tanpa bergantung pada orang lain. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap siswa yang mengalami kondisi fatherless serta guru bimbingan dan konseling di SMPN 50 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa fatherless sebelum diberikan layanan konseling individu masih belum optimal, ditandai dengan kurangnya semangat belajar, keaktifan, rasa percaya diri, dan tanggung jawab akademik. Setelah diberikan layanan konseling individu melalui tiga tahapan konseling, terjadi perubahan positif berupa meningkatnya semangat belajar, keaktifan, rasa percaya diri, dan tanggung jawab akademik siswa. Dengan demikian, layanan konseling individu berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa fatherless kelas VIII di SMPN 50 Kota Bandung.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Layanan Konseling Individu; Motivasi Belajar; Fatherless |
| Subjects: | Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Rizka Maharizki |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 02:26 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 02:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134833 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



