Nur, Ginarsih (2026) Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Home Industry Emping Melinjo: Asset Based Community Development di Desa Melati Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (54kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (45kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_SK Bebas Plagiarisme.pdf Download (383kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_Daftar Isi.pdf Download (204kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_Bab I.pdf Download (171kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (329kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (57kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian warga melalui pemanfaatan aset lokal, bukan sekedar memberi bantuan, guna mengatasi ketimpangan ekonomi di wilayah pedesaan. Desa Melati memiliki potensi lokal berupa lahan melinjo seluas 117 hektar yang mendorong berkembangnya home industry emping melinjo sebagai kegiatan ekonomi warga yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut, sehingga dikaji melalui pendekatan ABCD (Asset Based Community Development). Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui lima tahap ABCD, mengidentifikasi tujuan didirikannya usaha home industry emping melinjo bagi masyarakat desa melati, serta menganalisis hasil pemberdayaan ekonomi yang dicapai melalui usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan landasan teori pemberdayaan Suharto (2005) yang memahami pemberdayaan sebagai proses peningkatan kapsitas dan kemandirian masyarakat. Pemberdayaan juga memiliki dua dimensi utama, yaitu sebagai proses penguatan kapasitas kelompok masyarakat dan sebagai tujuan tercapainya kondisi masyarakat yang berdaya. Teori ini digunakan untuk menganalisis proses pemberdayaan pada usaha home industry emping melinjo di desa Melati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ABCD (Asset Based Community Development). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan FGD (Focus Group Discussion), dengan analisis melalui melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berlangsung dengan pemanfaatan aset alam, manusia, dan sosial yang dimiliki masyarakat, yang banyak dijalankan oleh ibu rumah tangga karena bersifat fleksibel. Hasilnya, pelaku usaha mampu menabung, membiayai anak, Keterampilan pengemasan dan pengelolaan usaha meningkat, serta masyarakat semakin mandiri dengan mengurangi ketergantungan pada penghasilan pihak lain. Home industry emping melinjo dapat dipahami sebagai model pemberdayaan ekonomi yang efektif dan berpotensi berkelanjutan, dengan dukungan modal, inovasi kemasan, dan pemasaran digital.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan ekonomi; Home Industry; Emping Melinjo; Asset Based Community Development (ABCD) |
| Subjects: | Social Process Production, Industrial Economics Production, Industrial Economics > Economic Development and Growth |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Ginarsih Nur |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 01:47 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 01:47 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134842 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



