1223060055, Herlina (2026) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap Putusan no.4/pid.sus-anak/Pn.Grt tentang tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dalam Pasal 76E jo Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER .pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK I.pdf Download (232kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIASI)
PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI.pdf Download (558kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI .pdf Download (253kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf Download (423kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (539kB) |
||
|
Text (BAB 3)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) |
||
|
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
||
|
Text (BAB 5)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
Abstract
Kasus yang dialami seorang anak laki-laki korban pencabulan di Kabupaten Garut, di mana pelaku ketika itu baru berusia 16 tahun melakukan sodomi berulang terhadap korban usia 7 tahun yang menyebabkan luka lecet pada dubur dan trauma psikologis. Akan tetapi, yang terdapat pada Putusan No. 4/Pid.Sus-Anak/2023/Pn.Grt Hakim menjatuhkan pidana penjara hanya 3 tahun dan 6 bulan pelatihan kerja, yang nyatanya lebih rendah daripada batas minimal 5 tahun penjara yang disebutkan dalam Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam Putusan No. 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Grt; menganalisis unsur dan sanksi perspektif hukum pidana Islam; serta dampak dan solusi hukum terhadap tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Kerangka pemikiran pada penelitian ini bersumber dari Al-Qur'an, Hadits, dan pendapat ulama untuk hukum pidana Islam, serta KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak untuk hukum positif. Penelitian ini menggunakan teori pemidanaan (absolut, relatif, dan gabungan), dan Maqashid Syari'ah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, studi kasus, dan perbandingan hukum. Sumber data primer berasal dari putusan. Sumber data sekunder meliputi Al-Qur'an, Hadits, kitab fikih, undang-undang, dan jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Pertimbangan Majelis Hakim didasarkan pada terpenuhinya unsur Pasal 76E jo Pasal 82 UU Perlindungan Anak, dengan menimbang hal memberatkan dan meringankan. Dalam hukum pidana Islam, perbuatan terdakwa memenuhi ketiga unsur jarimah sehingga layak dikenai sanksi ta’zir. Kedua sistem hukum sama-sama mewajibkan sanksi, namun berbeda: Hakim menjatuhkan penjara 3 tahun dan pelatihan kerja 6 bulan, sedangkan ta’zir dapat ditambah dera dan ganti rugi. Dampak hukum putusan putusan ini meliputi melemahnya struktur hukum, ketegangan substansi, dan menurunnya kepercayaan masyarakat. Solusinya yang dapat dilakukan berupa rehabilitasi korban, pembinaan pelaku, dan penyempurnaan mekanisme pemidanaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hukum pidana Islam; pencabulan Anak; perlindungan anak, Ta’zir |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Pidana Islam, Jinayat |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Herlina Aisyah |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:32 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:32 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135133 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



