Ashoni, Akbar Muhamad (2026) Analisis penerapan multi akad pada kartu kredit syariah di BSI Kabupaten Pangandaran. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (363kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (319kB) | Preview |
|
|
Text
Pernyataan Akbar M Ashoni.pdf Download (363kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (337kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (519kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (742kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (380kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (685kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini secara umum dapat diartikan bahwa penerapan multi akad dalam produk kartu kredit syariah merupakan bagian dari konsep kontrak muamalah yang dirancang untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah melalui penggabungan akad-akad seperti kafalah, qard, dan ijarah. Penggunaan multi akad ini sering dilakukan oleh bank syariah dalam menawarkan produk kartu kredit yang fleksibel dan sesuai dengan fatwa DSN-MUI, serta memperhatikan aspek keadilan dan transparansi dalam transaksi keuangan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan Penerapan Multi akad Pada Kartu Kredit Syariah di BSI Kabupaten Pangandaran, dan (2) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penerapan Multi Akad Pada Produk Kartu Kredit Syariah di BSI Kabupaten Pangandaran. Kerangka pemikiran ini mengacu kepada ketentuan fiqh muamalah mengenai prinsip keadilan, keabsahan akad, dan kesepakatan bersama dalam suatu kontrak. Prinsip dasar dalam praktik multi akad adalah bahwa seluruh akad harus saling mendukung dan memenuhi syarat-syarat keabsahan menurut fatwa DSN-MUI dan hukum islam, serta diperoleh melalui kesepakatan para pihak yang jelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan Kualitatif, yaitu mendeskripsikan praktik penerapan multi akad di lapangan serta menganalisisnya berdasarkan hukum ekonomi syariah. Data diperoleh melalui wawancara dengan manajer bank syariah, petugas lapangan, serta nasabah pengguna kartu kredit syariah, studi dokumentasi, dan studi pustaka seperti buku, artikel, jurnal, dan makalah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumen, dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Penerapan multi akad pada kartu kredit syariah di pangandaran yaitu dengan penggabungan akad kafalah, qard, dan ijarah dalam kartu kredit syariah di Bank Syariah Indonesia Kabupaten Pangandaran sudah sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan prinsip fiqh muamalah, terutama terkait keadilan dan transparansi, penerapan multi akad ini memberikan manfaat signifikan dalam memenuhi kebutuhan finansial nasabah dan menjaga keabsahan hukum syariah, serta (2) tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap multi akad itu di bolehkan menurut ulama hanafiyah dan malikiyah selama memenuhi rukun dan syarat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Berdasarkan fatwa DSN-MUI No 54 membolehkan penggunaan multi akad dalam kartu kredit syariah dengan ketentuan bahwa tidak menimbulkan riba dan tidak digunakan terhadap transaksi yang dengan syariah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kartu Kredit Syariah; Multi Akad; Hukum Ekonomi Syariah; |
| Subjects: | Islam > Islam and Economics Culture and Institutions > Economic Institutions |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | mahasiswa Ashoni Akbar Muhamad |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 07:03 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 07:03 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135224 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



