Nurhayanti, Alfia (2026) Qana'ah perspektif Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar dan Relevansinya dengan Self-Love. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
SK Lulus Plagiarisme.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (199kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf Download (388kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (416kB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (723kB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya tren gaya hidup modern yang memicu krisis kesehatan mental, seperti tingginya angka insecurity dan kesalahan dalam memaknai konsep self-love di kalangan masyarakat. Sebagai antitesis terhadap permasalahan tersebut, Islam menawarkan konsep spiritual qana’ah atau merasa cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep qana’ah dalam perspektif Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar serta relevansinya dengan konsep self-love dalam konteks psikologi Islami.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan analisis data menggunakan metode maudhu’i. Penulis menggunakan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka sebagai sumber data primer. Analisis dilakukan melalui pelacakan tujuh term kunci yang merepresentasikan pilar qana’ah, yaitu: al-qani’, ridha, syukur, sabar, tawakkal, iffah, dan zuhud.Hasil penelitian menunjukkan bahwa qana’ah dalam perspektif Buya Hamka adalah sikap mental merasa cukup atas segala sesuatu yang dimiliki, rela menerima setiap ketentuan Allah, serta menjaga kehormatan diri dari sifat rakus dan iri hati terhadap milik orang lain. Relevansi antara qana’ah dan self-love ditemukan pada dimensi penerimaan diri (self-acceptance) dan penghargaan nilai diri (self-worth) yang sehat. Qana’ah berfungsi sebagai jangkar spiritual bagi praktik self-love agar tidak terjebak dalam narsisme atau egoisme, melainkan pada pengembangan karakter yang menghargai diri sebagai amanah Ilahi. Penulisan ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai qana’ah mampu membentuk konsep "Spiritual Self-Love" yang menghadirkan ketenangan batin (tuma’ninah) sebagai solusi preventif atas krisis mental di era modern.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Qana'ah; Buya Hamka; Tafsir Al-Azhar; Self-Love; Kesehatan Mental; |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Alfia Nurhayanti |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 03:51 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 03:51 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135290 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



