Muhammad, Sultan (2026) Agama sebagai spirit pembebasan sosial-intelektual dalam tafsir Fi Zhilalil Quran karya Sayyid Qutb dan relevansinya dengan kesadaran kritis masyarakat modern. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text (SK Bebas Plagiarsime)
surat bebas plagiasi (1).pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (297kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (316kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (666kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (191kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis kesadaran spiritual, sosial, dan intelektual dalam masyarakat modern yang ditandai oleh dominasi materialisme, hedonisme, dan berbagai bentuk penindasan sosial. Dalam kondisi tersebut, agama sering dipahami hanya sebagai praktik ritual sehingga kehilangan fungsi transformatifnya sebagai sarana pembebasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan konsep agama sebagai spirit pembebasan sosial dan intelektual dalam tafsir Fi Zhilālil Qur’ān karya Sayyid Qutb; (2) menganalisis hubungan antara wahyu dan ilmu dalam membangun kesadaran kritis umat manusia menurut Sayyid Qutb; dan (3) mengkaji relevansi pemikiran Sayyid Qutb terhadap masyarakat modern melalui perspektif teori kesadaran kritis Paulo Freire. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer berasal dari Al-Qur’an dan tafsir Fi Zhilālil Qur’ān, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan pembebasan sosial, pembebasan intelektual, hubungan wahyu dan ilmu, serta kesadaran kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Qutb memandang agama sebagai kekuatan pembebasan yang mengeluarkan manusia dari berbagai bentuk jahiliyyah menuju kesadaran tauhid. Pembebasan tersebut mencakup aspek sosial, intelektual, dan spiritual. Qutb juga menegaskan bahwa wahyu dan ilmu memiliki hubungan yang integratif; ilmu berfungsi memahami realitas, sedangkan wahyu memberikan arah moral bagi penggunaannya. Melalui integrasi wahyu, ilmu, dan akal, manusia mampu membangun kesadaran kritis serta melakukan transformasi sosial.
Actions (login required)
![]() |
View Item |



