Khairunnisa, Belvana (2026) Strategi pemberdayaan sanggar benjang mekar budaya melalui Community Based Research dalam penguatan Tradisi di Desa Ciporeat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (210kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM.pdf Download (177kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (363kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (284kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (482kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tradisi lokal menghadapi tekanan serius akibat arus modernisasi dan globalisasi yang menyebabkan pergeseran minat generasi muda serta melemahnya proses pewarisan nilai budaya. Seni Benjang sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yang berkembang di wilayah Ujungberung menunjukkan dinamika serupa, di mana pengelolaan yang masih bersifat situasional mengindikasikan perlunya strategi pemberdayaan yang lebih terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan Sanggar Benjang Mekar Budaya dalam penguatan tradisi Benjang di Desa Ciporeat, mencakup upaya penciptaan kondisi kondusif, proses penguatan kapasitas anggota dan komunitas seni, serta bentuk perlindungan dan keberlanjutan tradisi melalui mekanisme partisipatif berbasis Community Based Research (CBR). Landasan teori mengacu pada konsep pemberdayaan Edi Suharto (2005) melalui pendekatan 5P, yakni pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Pendekatan ini diperkuat oleh teori kebudayaan Koentjaraningrat (2009) serta konsep CBR dari Hanafi et al. (2015) yang menempatkan komunitas sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Community Based Research. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposif sesuai relevansi dan keterlibatannya. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar berhasil menciptakan kondisi kondusif melalui penyediaan fasilitas memadai, promosi berbasis media digital, atmosfer kekeluargaan, serta penguatan legitimasi kelembagaan. Penguatan kapasitas berlangsung melalui sistem latihan terstruktur, pendekatan multiskill, budaya evaluasi reflektif, dan partisipasi aktif dalam forum budaya. Perlindungan tradisi diwujudkan melalui penjagaan keaslian Perlindungan tradisi dilakukan melalui penjagaan keaslian elemen Benjang, pembinaan anggota baru secara selektif, perencanaan pergantian kepemimpinan, serta pengenalan nilai dan makna tradisi kepada penonton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan CBR terbukti efektif sebagai model pemberdayaan komunitas seni tradisional yang partisipatif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi pemberdayaan; Seni Benjang; Community Based Research; Penguatan tradisi; Keberlanjutan budaya |
| Subjects: | Culture and Institutions > Specific Aspect of Culture Communities |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Belvana Khairunnisa |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:10 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:10 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135641 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



