Ramdani, Dani (2026) Penafsiran Lailatul Qadr dalam Tafsir Lata'if al-Isyarat karya Abu al-Qasim al-Qusyairi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
01 Cover.pdf Download (506kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02 Abstrak.pdf Download (248kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
03 Keterangan Bebas Plagiarism.pdf Download (348kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
04 Daftar Isi.pdf Download (750kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
05 Bab I.pdf Download (304kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
06 Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (345kB) |
||
|
Text (BAB III)
07 Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
||
|
Text (BAB IV)
08 Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
09 Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (413kB) |
Abstract
Pemahaman Pemahaman umat Islam terhadap Lailatul Qadr umumnya masih berhenti pada dimensi zahir dan ritual, sementara dimensi batin dan spiritualnya belum mendapat perhatian memadai. Kondisi ini mendorong urgensi kajian terhadap tafsir sufistik, khususnya Tafsir Lata'if al-Isyarat karya Abu al-Qasim al-Qusyairi, yang dinilai mampu menjembatani praktik ritual dengan penghayatan makna spiritual Al-Qur'an secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis metode al-Qusyairi dalam menafsirkan ayat-ayat Lailatul Qadr; dan (2) menganalisis relavansinya terhadap kehidupan spiritual seorang Muslim. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer adalah kitab Lata'if al-Isyarat dan ayat-ayat Al-Qur'an terkait Lailatul Qadr (QS. Al-Qadr [97]: 1–5, QS. Ad-Dukhan [44]: 3–4, dan QS. Al-Baqarah [2]: 185), sedangkan sumber sekunder berupa kitab tafsir, jurnal ilmiah, dan karya akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan pokok. Pertama, al-Qusyairi menggunakan pendekatan tafsir sufistik 'amali dengan pola konsisten: memaparkan makna zahir secara ringkas, bertransisi ke dimensi isyari melalui penanda linguistik seperti "wa al-isyarah fi dzalik", lalu mengembangkan makna batin menggunakan terminologi tasawuf seperti musyahadah, kasyf, tajalli, fana', dan baqa'. Kedua, makna spiritual Lailatul Qadr menurut al-Qusyairi mencakup lima dimensi: malam sebagai puncak musyahadah atas tajalliyyat Allah; waktu spiritual yang terasa singkat bagi hati yang merindukan-Nya; turunnya malaikat sebagai simbolisasi turunnya rahmat ke hati yang terbuka; salam sebagai kondisi keselamatan hati yang aktif; dan fajar sebagai terbitnya cahaya ma'rifah. Al-Qusyairi juga merumuskan lima langkah persiapan batin: taubah, mujahadah, muraqabah, dzikir hati, dan khulwah. Kontribusi utamanya adalah model integrasi syariat dan hakikat yang menempatkan Lailatul Qadr bukan sekadar ritual tahunan, melainkan realitas spiritual yang dapat dialami siapa pun yang mempersiapkan jiwa dengan sungguh-sungguh.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lailatul Qadr; Tafsir Isyari, Al-Qusyairi; Lata'if al-Isyarat; Tasawuf; Musyahadah; Spiritualitas Islam |
| Subjects: | Islam Umum Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Dani Ramdani |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:42 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:42 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



