Sabila, Annida Khofia (2026) Pemberitaan pengibaran bendera One Piece menjelang perayaan HUT ke-80 RI: Analisis framing Robert M. Entman pada media online Kompas.com edisi Agustus 2025. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (184kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (190kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (199kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (352kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (337kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang perayaan HUT ke-80 RI viral dan menimbulkan kontroversi, fenomena tersebut mendapat beragam respons mulai dari tuduhan makar hingga pandangan bahwa aksi tersebut merupakan ekspresi sosial. Di tengah perdebatan tersebut, media online berperan penting dalam membentuk cara publik memahami fenomena ini melalui proses pembingkaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kompas.com membingkai pemberitaan fenomena tersebut melalui empat elemen framing Robert M. Entman, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgements, dan treatment recommendation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Objek penelitian berupa sembilan artikel berita Kompas.com edisi 1–17 Agustus 2025 yang dipilih berdasarkan kedalaman pembahasan, serta memuat frasa eksplisit “pengibaran bendera One Piece” dalam judul berita. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh sembilan berita yang dinilai representatif untuk di analisis. Hasil penelitian menunjukkan dua pola framing dalam pemberitaan Kompas.com. Pola pertama dan paling dominan membingkai aksi sebagai ancaman terhadap negara, dengan penyebab yang diarahkan pada faktor negatif, penilaian moral yang mendelegitimasi pelaku, dan solusi yang dibebankan sepenuhnya pada masyarakat. Pola kedua yang muncul dalam sebagian kecil berita membingkai aksi sebagai ekspresi sosial masyarakat dengan penilaian yang lebih empatik dan solusi yang menempatkan pemerintah sebagai pihak yang perlu introspeksi. Dominasi framing ancaman berkaitan erat dengan pilihan narasumber yang didominasi elite politik, aparat, dan tokoh otoritatif, sehingga perspektif masyarakat sebagai pelaku utama aksi hanya hadir sebagai elemen pelengkap dalam pemberitaan. Penelitian ini menyarankan masyarakat untuk mengembangkan literasi media yang kritis, Kompas.com untuk merefleksikan praktik pemilihan narasumber agar lebih berimbang, serta peneliti selanjutnya untuk memperluas kajian dengan membandingkan framing lintas media atau menambahkan dimensi resepsi khalayak.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Framing; Kompas.com; Pengibaran Bendera One Piece; Framing Entman. |
| Subjects: | Journalism and Newspapers in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik |
| Depositing User: | Annida Khofia Sabila |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:50 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:50 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



