Frayoga, Egi (2026) Makna Religiusitas Abdurrahman Wahid dalam buku Islamku Islam Anda Islam Kita. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (170kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (147kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (354kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (354kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (509kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (224kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin kompleksnya persoalan religiusitas di era modern yang ditandai oleh menguatnya ekspresi keagamaan simbolik, intoleransi, dan melemahnya internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial. Dalam konteks tersebut, pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menawarkan perspektif religiusitas yang inklusif, humanis, dan kontekstual sebagaimana tertuang dalam buku Islamku Islam Anda Islam Kita. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga rumusan masalah, yaitu: bagaimana konsep religiusitas Abdurrahman Wahid dalam buku Islamku Islam Anda Islam Kita, bagaimana makna religiusitas yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana implikasinya terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan dianalisis melalui pendekatan hermeneutik Hans Georg Gadamer, khususnya konsep fusion of horizons (peleburan horizon). Landasan teori yang digunakan meliputi konsep religiusitas dalam perspektif Islam dan filsafat Islam serta teori hermeneutik Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dalam pemikiran Gus Dur tidak hanya dipahami sebagai hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga sebagai kesadaran etis yang diwujudkan dalam penghormatan terhadap martabat manusia, penerimaan terhadap pluralitas, perjuangan keadilan sosial, dan keberagamaan yang kontekstual. Melalui proses interpretasi hermeneutik, ditemukan bahwa makna religiusitas Gus Dur tersusun atas lima dimensi utama, yaitu kesadaran ketuhanan, kesadaran kemanusiaan, kesadaran pluralisme, kesadaran keadilan sosial, dan kesadaran keberagamaan kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas menurut Gus Dur merupakan bentuk keberagamaan yang integratif antara dimensi spiritual dan tanggung jawab sosial serta memiliki relevansi yang kuat dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang inklusif, toleran, demokratis, dan berkeadaban.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Religiusitas; Abdurrahman Wahid; Islamku Islam Anda Islam Kita; Hermeneutika Gadamer |
| Subjects: | Humanism Philosophy Islam > Islam and Philosophy Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam Religious Leaders Biography |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Egi Frayoga |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:36 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



