Maulana, Mochammad Royhan (2026) Makna khauf menurut KH. Bisri Musthofa dalam tafsir Al-Ibriz: Studi penafsiran kontekstual Abdullah Saeed. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (329kB) | Preview |
|
|
Text (SK PLAGIARISME)
2_sk.plagiarisme.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
3_abstrak.pdf Download (350kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (518kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (567kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (702kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) | Request a copy |
Abstract
Dalam kajian keislaman, pemahaman mengenai khauf merupakan hal yang perlu diketahui bagi umat Islam. Namun terkadang masyarakat memahami konsep khauf (takut) dalam Al-Qur’an sering kali dipersempit hanya sebagai ketakutan teologis semata, padahal di dalamnya terdapat makna nilai moral, psikologis, dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran KH. Bisri Musthofa terhadap ayat-ayat khauf dalam kitab Tafsir Al-Ibriz, menganalisis penggunaan diksi bahasa Jawa di dalamnya, serta menelusuri kontekstualisasi pada makna khauf pada era pascakemerdekaan (1950-1960-an) dengan menggunakan teori penafsiran kontekstual Abdullah Saeed. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan ilmu tafsir dan sosio-historis yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Musthofa, yang didukung oleh berbagai literatur sekunder terkait kajian khauf dan teori kontekstual Abdullah Saeed. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang diintegrasikan dengan empat langkah utama dari teori Abdullah Saeed, yakni perjumpaan awal dengan teks, analisis kritis terhadap teks, makna bagi penerima wahyu pertama, dan kontekstualisasi makna ke masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Bisri Musthofa menafsirkan ayat-ayat khauf dengan menggunakan bahasa yang membumi melalui corak sosial kemasyarakatan (adabi ijtima’i) yang sangat lekat dengan budaya lokal. Dalam penafsirannya, beliau membedakan penggunaan diksi bahasa Jawa secara cermat, seperti menggunakan kata "kuwatir" untuk merujuk pada kecemasan batin terhadap hal yang belum pasti, serta kata "wedi" untuk rasa takut yang objeknya lebih konkret. Sebagai kesimpulan, melalui pendekatan kontekstual Abdullah Saeed, dapat dilihat bahwa KH. Bisri Musthofa telah berhasil mengontekstualisasikan ajaran Al-Qur'an dengan menggeser makna khauf dari sekadar ketakutan teologis yang abstrak menjadi panduan etika sosial dan sumber ketenteraman batin yang sangat relevan dengan realitas kehidupan masyarakat pedesaan Jawa pada tahun 1950 hingga 1960-an.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khauf; Tafsir Al-Ibriz; K.H Bisri Musthofa; Kontekstual; Abdullah Saeed |
| Subjects: | Literature |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Mochammad Royhan Maulana |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:22 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 07:22 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



