Pergeseran peran surat Kabar Asia Raya dari media propaganda jepang menjadi corong perjuangan kaum Nasionalis 1942-1945

Aisyah, Priyanti and Syahir, Amung Ahmad and Purnama, Agung (2026) Pergeseran peran surat Kabar Asia Raya dari media propaganda jepang menjadi corong perjuangan kaum Nasionalis 1942-1945. PATTINGALLOANG Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan, 13 (1). pp. 52-68. ISSN 2686-6463 (Online)

[img]
Preview
Text
Priyanti Aisyah_1225010152_Pergeseran Peran Surat Kabar Asia Raya dari media propaganda Jepang menjadi corong Perjuangan Kaum Nasionalis 1942-1945.pdf - Published Version

Download (536kB) | Preview
Official URL: https://ojs.unm.ac.id/pattingalloang

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika pergeseran fungsi surat kabar Asia Raya selama masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), dari instrumen propaganda militer menjadi medium artikulasi nasionalisme. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana agen lokal khususnya jurnalis nasionalisme seperti B.M. Diah dan Rasihon Anwar menavigasi struktur sensor ketat Sendenbu untuk menyisipkan agenda kemerdekaan. Dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik,kiritk,interpretasi, dan historiografi, penelitian ini membedah data primer berupa arsip digital dan fisik surat kabar Asia Raya. Analisis dilakukan dengan menerapkan teori strukturasi Anthony Ghidens, khususnya melalui model stratiikasi tindakan dan konsep dualitas struktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jepang memanfaatkan Asia Raya sebagai alat hegemoni melalui teknik propaganda bandwagon, glittering generalities dan transfer untuk melegitimasi kekuasaan serta mobilisasi massa. Namun, para jurnalis nasionalis mengoperasikan kesadaran praktis (practical consciousness) dengan memanfaatkan kebijakan bahasa Indonesia dan rubrik kebudayaan sebagai celah strategis. Melalui kacamata teknik “bahasa Aesopian”, penggunaan metafora dalam karya sastra menjadi instrumen strategis bagi para agen untuk menyamarkan kritik sekaligus reinterpretasi makna yang membangkitkan kesadaran identitas nasional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Asia Raya bukan sekadar entitas pasif dalam kendali militer, melainkan ruang dialektika yang menjadi "sekolah perjuangan" bagi lahirnya pers nasional pasca-proklamasi melalui pendirian harian Merdeka.

Item Type: Article
Subjects: History of Southeast Asia > Period of Soekarno, Sukarno
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Priyanti Aisyah Nur Sundani
Date Deposited: 21 Jul 2026 08:06
Last Modified: 21 Jul 2026 08:06
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136469

Actions (login required)

View Item View Item