Pernikahan beda agama dałam perspektif sosiologi dan hadis: Kajian sosiologi hadis

Zulkarnaen, Diki Achmad (2026) Pernikahan beda agama dałam perspektif sosiologi dan hadis: Kajian sosiologi hadis. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (165kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (286kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (142kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena pernikahan beda agama dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia melalui pendekatan interdisipliner antara sosiologi dan studi hadis. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) bagaimana pandangan para ahli sosiologi terhadap praktik pernikahan beda agama dalam masyarakat plural; (2) bagaimana hadis-hadis terkait pernikahan beda agama dipahami oleh ulama klasik dan kontemporer; serta (3) bagaimana dampak sosial dan keagamaan dari perbedaan pandangan tersebut terhadap masyarakat Muslim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif sosiologis dan normatif hadis mengenai pernikahan beda agama serta menjelaskan implikasi sosial-keagamaannya. Kerangka berpikir penelitian ini bertumpu pada teori fungsionalisme struktural (Emile Durkheim), teori konflik (Karl Marx), interaksionisme simbolik (George Herbert Mead), serta konsep sosiologi Islam Ibn Khaldun dan Syed Farid Alatas, yang dikomparasikan dengan teori otoritas dan kontekstualisasi hadis, termasuk pendekatan maqāṣid al-sharī‘ah dan hermeneutika kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), analisis deskriptif-analitis, dan pendekatan komparatif antara teori sosiologi dan studi hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosiologis pernikahan beda agama dipahami sebagai fenomena negosiasi identitas dan nilai dalam masyarakat plural, yang dapat memunculkan integrasi maupun konflik sosial. Dari perspektif hadis, mayoritas ulama klasik melarang pernikahan Muslimah dengan non-Muslim dan membolehkan secara terbatas pernikahan laki-laki Muslim dengan perempuan Ahl al-Kitāb dengan syarat ketat, sedangkan sebagian ulama kontemporer membuka ruang ijtihad berbasis maqāṣid dan konteks sosial modern. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman hukum pernikahan beda agama di Indonesia memerlukan pendekatan sosiologi hadis yang mampu mendialogkan antara teks normatif dan realitas sosial, sehingga menghasilkan interpretasi hukum Islam yang kontekstual, responsif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan beda agama; Sosiologi hadis; Masyarakat plural; Maqāṣid al-sharī‘ah; Interpretasi hadis; Hukum Islam kontekstual.
Subjects: Islam > Hadith
Islam > Study of Text of Hadith
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Diki Achmad Zulkarnaen
Date Deposited: 21 Jul 2026 03:05
Last Modified: 21 Jul 2026 03:05
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136498

Actions (login required)

View Item View Item