Oktaviani, Siska (2026) Transformasi nilai estetika fashion muslim studi syarah hadis perspektif Imam Al-Ghazali ( W. 505 H ) dan Yusuf Al-Qaradawi ( W. 1444 H ). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover .pdf Download (164kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak .pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (154kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab 1.pdf Download (350kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab 4 .pdf Restricted to Registered users only Download (558kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan fashion muslim di era modern menunjukkan perubahan yang sangat pesat, terutama dalam aspek gaya, estetika, dan identitas sosial masyarakat muslim. Busana muslim tidak lagi dipahami hanya sebagai penutup aurat, melainkan juga menjadi bagian dari ekspresi budaya, gaya hidup, serta sarana menunjukkan identitas keislaman. Namun, di tengah perkembangan tersebut, muncul berbagai persoalan mengenai sejauh mana fashion muslim modern tetap sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam. Tidak sedikit fenomena berpakaian yang lebih mengutamakan aspek estetika dibandingkan etika dan ketentuan syariat, seperti penggunaan pakaian yang ketat, transparan, serta menampilkan unsur tabarruj yang bertentangan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan etika berpakaian, mengkaji syarah hadis menurut perspektif Imam Al-Ghazali (W. 505 H) dan Yusuf Al-Qaradawi (W. 1444 H), serta menjelaskan transformasi nilai estetika fashion muslim dalam konteks masyarakat modern. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana kedua tokoh tersebut memandang hubungan antara estetika, etika, dan syariat dalam praktik berpakaian muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis (metode studi hadis maudhu’i) serta jenis penelitian kepustakaan (library research). Tahapan penelitian dilakukan dengan menghimpun berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Sumber data primer dalam penelitian ini meliputi kitab hadis, kitab Ihya’ Ulumuddin dan Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali (450-505 H) , serta kitab Al-Halal wa Al-Haram fi Al-Islam karya Yusuf Al-Qaradawi (1345-1444 H). Adapun sumber data sekunder terdiri atas buku, jurnal, artikel ilmiah, skripsi, dan berbagai referensi lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Kemudian dikaitan dengan konteks kehidupan manusia masa kini. Dari hasil tersebut, peneiti menyimpulkan implikasi dari kitab-kitab serta hadis-hadis yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam hadis yang dijadikan dasar dalam pembahasan etika berpakaian, yang terdiri atas dua hadis yang dikutip oleh Imam Al-Ghazali yaitu, Kitab Sunan Abu Dawud No. 3580 (kewajiban menutup aurat), Kitab Shahih Muslim No. 3872 (larangan mengenakan pakaian yang berwarna kuning) dan empat hadis yang menjadi rujukan Yusuf Al-Qaradawi yaitu, Kitab Sahih Muslim No. 3971 (larangan mengenakan pakaian yang ketat atau transparan), Kitab Sunan Abu Dawud No. 3575 (larangan menyerupai lawan jenis), Kitab Sunan Abu Dawud No. 3578 (mengenai jilbab dipakai harus menutupi dada), Kitab Shahih Bukhari No. 3392 (anjuran untuk menjauhi sikap berlebihan, kesombongan, dan pamer dalam berpenampilan). Imam Al-Ghazali memandang bahwa apabila engkau hendak memakai pakaian, maka hendaklah diniati unutk mematuhi peritah Allah SWT, yaitu untuk menutup aurat, serta membiasakan diri mencerminkan kesederhanaan dalam berpakaian. Sementara itu, Yusuf Al-Qaradawi menegaskan bahwa beliau menegaskan bahwa inti busana muslim bukan terletak pada nama atau bentuk pakaian, melainkan pada fungsi dan nilainya. Transformasi nilai estetika fashion muslim pada era modern menunjukkan adanya perubahan cara berpakaian dalam perpaduan antara unsur keindahan dan nilai religius, namun tetap memerlukan pengawasan moral agar tidak kehilangan esensi syariat abadi yang menjadi landasannya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadis; Fashion Muslim; Estetika; Imam Al-Ghazali; Yusuf Al-Qaradawi |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan Religious Leaders Biography > Islam Religious Leaders Biography |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Siska Oktaviani |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:15 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:15 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136849 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



