Marvil, Migel Trio (2026) Konsep ekoteologi Kemenag Republik Indonesia 2025 dalam pandangan teologi pembebasan ekologi leonardo Boff. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (170kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (195kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (241kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (350kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (327kB) |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologi global dan nasional yang semakin massif. Krisis ini dipandang bukan sekadar persoalan teknik, melainkan sebagai krisis moral akibat paradigma antroposentrisme yang eksploitatif. Sebagai respons, negara melalui Kementrian Agama RI merumuskan konsep Ekoteologi 2025 sebagai kerangka teologis-operasional bagi umat beragama di Indonesia. Di sisi lain, Leonardo Boff menawarkan perspektid Teologi Pembebasan Ekologi yang mengaitkan jeritan bumi dengan jeritan kaum miskin sebagai akibat dari sistem elit global yang menindas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Ekoteologi Kemenag RI 2025, menjelaskan pemikiran Leonardo Boff, serta menganalisis konsep Kemenag tersebut melalui lensa Teologi Pembebasan Ekologi Boff. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi Pustaka (library research). Pendekatan yang digunakan adalah teologis-filosofis dan hermeneutika kritis. Data primer bersumber dari buku Ekoteologi terbitan Kemenag RI 2025 dan buku Leonardo Boff Cry of the Earth, Cry of the Poor. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif untuk mempertemukan kedua pemikiran tersebut. hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Ekoteologi Kemenag RI 2025 mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal melalui lima dimensi operasional (teologis-spiritual, Pendidikan, sosial keagamaan, kelembagaan-kebijakan, serta partisipasi publik) yang bersifat lintas agama dan transformasional.(2) Teologi Pembebasan Ekologi Leonardo Boff menekankan paradigma kosmosentris, teori gaia, dan demokrasi sosiokosmik sebagai agenda pembebasan bumi dan manusia dari struktur kapitalisme yang eksploitatif. (3) Analisis kritis menunjukkan adanya titik temu pada penempatan spiritualitas sebagai fondasi ekologis. Namun, terdapat perbedaan orientasi dimana Kemenag cenderung berada pada alur reformasi dengan antroposentrisme yang diperlunak, sementara Boff menuntut transformasi radikal menuju kesadaran kosmik dan keadilan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perspektif Boff dapat memberikan kedalaman kritis bagi kebijakan ekoteologi nasional agar tidak sekadar memberikan menjadi wacana dekoratif, melainkan mampu menyentuh akar persoalan ekologi secara holistik.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekologi; Ekoteologi Kemenag RI; Leonardo Boff; Teologi Pembebasan Ekologi |
| Subjects: | Social Theology and Interreligious Relations and Attitudes Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Migel Trio Marvil |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:26 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137070 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



