Zabar, Nur Azis (2026) Pandangan masyarakat terhadap mitos larangan memakai baju hijau di pantai selatan: Penelitian di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (28kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (26kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (38kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (342kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (98kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (33kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari adanya kepercayaan masyarakat terhadap mitos larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan, khususnya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Mitos tersebut masih hidup dan dipercaya sebagai bagian dari realitas sosial yang memengaruhi cara pandang serta perilaku masyarakat dan pengunjung pantai. Fenomena ini menunjukkan bahwa mitos tidak hanya hadir sebagai cerita turun temurun, tetapi juga sebagai bentuk keyakinan sosial yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya pandangan masyarakat terhadap mitos larangan memakai baju hijau, memahami faktor faktor yang menyebabkan mitos tersebut tetap bertahan di tengah masyarakat, serta menjelaskan dampak yang ditimbulkannya dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir. Penelitian ini juga diarahkan untuk melihat bagaimana masyarakat memberi makna terhadap mitos tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Kerangka berpikir penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teori ini menjelaskan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dalam penelitian ini, mitos larangan memakai baju hijau dipahami sebagai hasil interaksi sosial masyarakat yang kemudian dilembagakan, diwariskan, dan diterima sebagai pengetahuan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan informan dari masyarakat Desa Sirnaresmi serta pihak-pihak yang terkait dengan lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan agar diperoleh gambaran yang utuh mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos larangan memakai baju hijau terbentuk melalui proses pewarisan cerita, pengalaman sosial, dan penguatan dari tokoh masyarakat. Kepercayaan ini tetap bertahan karena terus direproduksi dalam kehidupan sehari-hari dan diperkuat oleh peristiwa peristiwa yang dikaitkan dengan laut selatan. Mitos tersebut memiliki dampak positif dalam bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap alam, tetapi juga dapat menimbulkan rasa takut serta memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pandangan masyarakat; Mitos; Larangan memakai baju hijau; Kepercayaan masyarakat; Pantai Selatan; Konstruksi sosial |
| Subjects: | Culture and Institutions Communities > Community Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Nur Azis Zabar |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:36 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137140 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



