Herviana, Fitria (2026) Reproduksi dan pelestarian budaya paes pada pernikahan adat jawa: Studi kasus pada Instagram dan Tiktok. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_Cover.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text
2_Abstract.pdf Download (282kB) | Preview |
|
|
Text
3_SK Bebas Plagiarism.pdf Download (77kB) | Preview |
|
|
Text
4_Daftar Isi.pdf Download (215kB) | Preview |
|
|
Text
5_Bab 1.pdf Download (480kB) | Preview |
|
|
Text
6_Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (329kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mereproduksi dan melestarikan budaya Paes pada pernikahan adat Jawa. Instagram dan TikTok menjadi ruang baru bagi penyebaran informasi, promosi dan inovasi budaya yang mendorong munculnya berbagai bentuk modifikasi Paes. Kondisi tersebut menimbulkan dinamika antara pelestarian nilai budaya dengan tuntutan modernisasi sehingga perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan budaya Paes di era digital, mendeskripsikan bentukbentuk reproduksi budaya Paes yang berkembang melalui media sosial serta menganalisis berbagai upaya pelestarian budaya Paes agar nilai, filosofi dan identitas budaya tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat. Kerangka berpikir penelitian menggunakan teori reproduksi budaya Pierre Bourdieu yang menitikberatkan pada konsep habitus, modal dan arena, dengan media sosial dipahami sebagai arena baru yang membentuk praktik budaya. Analisis juga didukung oleh konsep unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat untuk menjelaskan perubahan dan keberlangsungan budaya Paes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap budayawan, perias Paes, wedding organizer serta pasangan pengantin. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reproduksi budaya Paes mengalami perubahan dari praktik yang berorientasi pada pakem tradisional menuju bentuk yang lebih adaptif terhadap perkembangan media sosial. Faktor-faktor yang memengaruhi reproduksi budaya meliputi pewarisan tradisi, pelestarian simbol dan filosofi budaya, pengaruh media sosial dan digitalisasi estetika, perubahan habitus generasi milenial dan Generasi Z serta komodifikasi dalam industri pernikahan. Bentuk reproduksi budaya yang muncul antara lain Paes berhijab, Paes hybrid, penyederhanaan dan reinterpretasi prosesi adat, digitalisasi konten budaya, perubahan makna simbolik serta terbentuknya standar estetika baru. Upaya pelestarian dilakukan melalui edukasi budaya berbasis digital, pelatihan dan sertifikasi perias Paes berbasis pakem, dokumentasi digital, kolaborasi antara keraton, pemerintah, dan komunitas budaya serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Reproduksi Budaya; adat Paes; Era Digital |
| Subjects: | Sociology and Anthropology, Society Culture and Institutions > Specific Aspect of Culture |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Fitria Herviana |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 08:06 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 08:06 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137168 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



