Aslamiah, Puput Fuji (2026) Aktivitas harian sepasang Owa Jawa (Hylobates moloch) sebagai indikator keberhasilan perjodohan di Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa, Ciwidey, Jawa Barat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (284kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
Keterangan bebas plagiarisme .pdf Download (419kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (268kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (300kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (381kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (485kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (284kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (341kB) |
Abstract
Perjodohan merupakan salah satu langkah penting dalam program konservasi primata, khususnya untuk Owa Jawa (Hylobates moloch), karena mendukung keberhasilan reproduksi dan pelepasliaran serta membantu memulihkan populasi yang terus menurun akibat degradasi dan fragmentasi hutan yang semakin meluas. Keberhasilan proses perjodohan sepasang Owa Jawa dapat dilihat salah satunya melalui aktivitas harian, khususnya aktivitas sosial yang terbentuk selama proses tersebut berlangsung. Penelitian ini dilakukan di Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa, Ciwidey, Jawa Barat, yang bertujuan untuk menganalisis Aktivitas Harian Sepasang Owa Jawa selama proses perjodohan dan mengevaluasi apakah aktivitas tersebut memenuhi indikator keberhasilan perjodohan. Objek pengamatan adalah sepasang Owa Jawa bernama Made dan Kadua dengan menggunakan metode ad libitum dan scan sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas harian pasangan Made dan Kadua pada pagi hari didominasi oleh aktivitas makan dan bergerak, sedangkan pada siang hingga sore hari didominasi oleh istirahat. Aktivitas sosial keduanya mencakup proximity dan kontak fisik non-agresif (56%), allogrooming (24%), co-singing (17%), kopulasi (4%), serta perilaku agonistik yang sangat rendah (1%). Evaluasi berdasarkan indikator keberhasilan perjodohan mengacu pada pedoman IUCN menunjukkan bahwa seluruh parameter terpenuhi, mencakup proximity dan kontak fisik non-agresif, allogrooming, co-singing yang muncul secara teratur, kopulasi yang berhasil, serta perilaku agonistik yang rendah dan tidak dominan. Hal ini mengindikasikan terbentuknya ikatan pasangan (pair bond) antara Made dan Kadua selama proses perjodohan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas harian; aktivitas sosial; ikatan pasangan; Owa Jawa; perjodohan |
| Subjects: | Biology Ecology |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi |
| Depositing User: | Puput Fuji Aslamiah |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:45 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:45 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137880 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



