Fauziyah, Azizah Nabilah (2026) Sejarah kehidupan si Pitung Pahlawan Betawi di batavia pada akhir abad ke-19. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (62kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (68kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (109kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftar isi.pdf Download (119kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (190kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (43kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap sosok Si Pitung, tokoh Betawi yang hidup di Batavia pada akhir abad ke-19 dan hingga kini masih melekat dalam ingatan kolektif masyarakat. Si Pitung sering digambarkan sebagai pahlawan rakyat, namun catatan kolonial justru menyebutnya sebagai penjahat dan perampok. Kesenjangan antara citra heroik dan representasi dalam sumber primer inilah yang mendorong penelitian ini untuk mengkaji Si Pitung secara lebih kritis dan kontekstual. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana kondisi sosial masyarakat Batavia pada akhir abad ke-19 yang membentuk latar belakang kehidupan Si Pitung? (2) Bagaimana aktivitas dan bentuk perlawanan Si Pitung dalam konteks sosial Batavia? Dan bagaimana akhir kehidupan Si Pitung menurut sumber-sumber surat kabar kolonial? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi sejarah kehidupan Si Pitung secara lebih objektif, memahami posisinya dalam dinamika masyarakat Betawi, serta mengevaluasi bagaimana sumber-sumber kolonial merepresentasikan sosoknya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber (ekstern dan intern), interpretasi, serta historiografi. Sumber primer yang digunakan berupa surat kabar kolonial seperti Hindia Olanda, De Locomotief, dan De Telegraaf terbitan 1892–1893, dilengkapi dengan sumber sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Si Pitung hidup di tengah ketimpangan sosial akibat kebijakan kolonial yang eksploitatif. Ia merupakan bagian dari fenomena jagoan dalam budaya Betawi yang dipandang rakyat sebagai simbol perlawanan terhadap penguasa. Pemberitaan surat kabar kolonial cenderung mengonstruksinya sebagai ancaman ketertiban, bukan sebagai figur perlawanan. Karenanya, Si Pitung tidak bisa dipahami sekadar sebagai pahlawan atau penjahat, melainkan sebagai produk dari tegangan sosial antara masyarakat Betawi dan kekuasaan kolonial Belanda.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | History, Events |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Azizah Nabilah Fauziyah |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 04:57 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 04:57 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



