AL Rahim, Syahrial Afif (2025) Kehendak dan penderitaan pada karakter Oba Yozo dalam novel No Longer Human perspektif Arthur Schopenhauer dan Fazlur Rahman. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
00_COVER.pdf Download (147kB) | Preview |
|
|
Text
01_ABSTRAK.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
SuratPernyataan Karya Sendiri.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
03_DAFTAR_ISI.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_I_PENDAHULUAN.pdf Download (438kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II_TINJAUAN_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB_III_OBJEK_DAN_METODE_PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB_IV_HASIL_PENELITIAN_DAN_PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (570kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB_V_PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) | Request a copy |
||
|
Text
04_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehendak dan penderitaan yang dialami oleh karakter Oba Yozo dalam novel No Longer Human karya Osamu Dazai dengan menggunakan perspektif filsafat kehendak Arthur Schopenhauer dan etika moral Fazlur Rahman. Fokus penelitian ini adalah memahami krisis identitas dan kemerosotan moral Oba Yozo sebagai akibat dari kegagalan dalam mengelola kehendak dan tanggung jawab moral. Filsafat kehendak Schopenhauer dipilih sebagai pisau analisis pertama karena pemikirannya menempatkan kehendak sebagai dorongan metafisis yang menjadi akar penderitaan manusia. Sementara itu, etika moral Fazlur Rahman dipilih sebagai pisau analisis kedua karena pemikirannya menempatkan kehendak sebagai potensi yang dapat diarahkan melalui akal dan nilai-nilai etika Qur’ani. Pertemuan kedua perspektif ini diharapkan dapat memberikan pembacaan yang lebih utuh terhadap krisis identitas dan penderitaan tokoh. Penelitian ini menggunakan metode analisis pemikiran (tokoh) dengan pendekatan komparatif filosofis, mengikuti kerangka metodologis penelitian filsafat Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap karya asli kedua tokoh dan novel sebagai sumber primer, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, melalui perspektif Schopenhauer, kehendak dan penderitaan Oba Yozo dipahami sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari kehendak buta yang irasional. Kedua, melalui perspektif Fazlur Rahman, kehendak dan penderitaan Yozo dipahami sebagai akibat dari kegagalan moral, bukan keniscayaan metafisik. Pertemuan kedua perspektif ini tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi: Schopenhauer menyingkap kedalaman penderitaan yang bersumber dari kehendak, sementara Fazlur Rahman menawarkan jalan etis untuk mengarahkannya. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa pertemuan filsafat Barat dan pemikiran Islam dapat memperkaya kajian sastra dan filsafat dalam memahami krisis identitas dan penderitaan manusia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kehendak; Penderitaan; Oba Yozo; Arthur Schopenhauer; Fazlur Rahman; No Longer Human |
| Subjects: | Oriental Philosophy Medieval Western Philosophy Philosophy and Theory of Literatures Philosophy and Theory of Literatures > Psychology of Literatures |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Syahrial A Syahrial Afif |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:26 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:01 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138195 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



