Rahayu, Asri (2026) Fenomena Fatherless yang dialami remaja di Komplek Putraco Kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Pernyataan bebas Plagiarisme .pdf Download (108kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (30kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (114kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (140kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (442kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (125kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran - 2026-08-14T094353.379.pdf Restricted to Repository staff only Download (987kB) |
Abstract
Fenomena fatherless merupakan kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan optimal figur ayah, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Fenomena ini menjadi isu penting dalam perkembangan anak mengingat tingginya prevalensi keluarga fatherless di Indonesia. Berdasarkan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025, sebanyak 25,8% keluarga yang memiliki anak mengalami kondisi fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk fatherless yang dialami serta dampaknya terhadap kehidupan remaja di Komplek Putraco Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan kualitatif dan berlandaskan pada teori fenomenologi Alfred Schutz. Informan penelitian terdiri atas enam remaja berusia 13–17 tahun yang mengalami kondisi fatherless. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena fatherless pada remaja di Komplek Putraco terwujud dalam tiga bentuk utama, yaitu fatherless fisik akibat perceraian orang tua atau kematian ayah, fatherless emosional ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional karena keterbatasan komunikasi atau tuntutan pekerjaan, serta fatherless psikologis yang ditandai oleh pola asuh otoriter dan konflik relasional yang berkelanjutan. Dampak fenomena fatherless bersifat multidimensional, meliputi aspek psikologis dan emosional berupa rendahnya rasa percaya diri, ketidakstabilan emosi, kecemasan, serta perasaan kesepian, aspek sosial berupa kesulitan membangun kepercayaan, kecenderungan menarik diri, perilaku agresif, dan pencarian figur pengganti ayah, serta aspek akademik berupa menurunnya motivasi belajar, kesulitan berkonsentrasi, berkurangnya dukungan belajar, dan rendahnya ketahanan akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran fungsi ayah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan pengalaman hidup, relasi sosial, dan perkembangan akademik remaja.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | metode fenomenologi; remaja; bentuk dan dampak fatherless; keluarga |
| Subjects: | Culture and Institutions > Family |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Asri Sukma Noer Rahayu |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 02:11 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 02:44 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138235 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



