Transformasi kebijakan ganja di Aceh 1925-2014

Absar, Ulil (2026) Transformasi kebijakan ganja di Aceh 1925-2014. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
COVER (1).pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SURAT KETERANGAN LULUSAN PLAGIARISME.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (485kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR SUMBER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pemahaman mengenai keberadaan ganja di Aceh tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, budaya, dan ekologis masyarakat setempat yang telah berlangsung jauh sebelum lahirnya regulasi modern mengenai narkotika. Pembahasan mengenai ganja di Aceh perlu diawali bukan dari pendekatan hukum semata, melainkan dari pengetahuan botani serta praktik sosial masyarakat yang melatarbelakangi pemanfaatannya. Berdasarkan persoalan yang disebutkan, penelitian ini dapat merumuskan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana penggunaan dan regulasi ganja di Aceh secara adat dan komoditas ganja sebelum tahun 1925? Kedua, bagaimana transformasi kebijakan ganja di Aceh sejak periode Kolonial hingga Qanun Aceh 1925-2014? Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan. Maka tujuan adanya penelitian ini, yaitu untuk mengetahui regulasi ganja di Aceh secara adat dan komoditas ganja sebelum tahun 1925 serta transformasi kebijakan ganja di Aceh sejak priode Kolonial hingga Qanun Aceh 1925-2014 Dalam penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Dalam metode sejarah ini terdapat empat langkah yang harus dilakukan, yaitu tahapan heuristis, tahapan kritik, tahapan interpretasi dan tahapan terakhir adalah historiografi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dapat diketahui bahwa penggunaan ganja di aceh secara adat yang sudah dimulai jauh sebelum hukum kolonial hadir (sebelum 1925). Tidak hanya penggunaan saja tetapi juga hadir juga komuditas perdagangan ganja tersebut. Dengan perkembangan zaman dengan diterapkam kebijakan opium di zaman hindia belanda mulailah ada peraturan pelarangan untuk penggunaan ganja. Di dalam regulasi kebijakan ganja pada masa kolonial Belanda dengan berdasarkan Staatsblad van Nederlandsch 1927 no. 278 memiliki izin tertentu untuk ekspor dengan kapasitas ditentukan, diizinkan untuk medis dan pengobatan peliharaan. Kemudian zaman orde lama 1945-1966 regulasi kebijakan ini tidak menjadi kampanye serius untuk pembangunan negara yang masih rentan. Kebijakan ganja yang di gunakan masih menggunakan hukum kolonial (staatsblad van naderlandsch) Di masa orde baru 1976-1998 indonesia pertama mengeluarkan kebijakan pertama kalinya di UUD No. 37 1976 bahwa ganja masuk ke dalam tanaman narkotika golongan 1. Untuk regulasi kebijakan ganja di Aceh, terdapat hukum Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. Ganja tidak menjadi salah satu sektor hukum ini. Tetapi, permasalahan ganja ini dikembalikan kepada nasional.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Sejarah; Hukum; tradisi
Subjects: Constitutional and Administrative Law > Constitutional Law of Indonesia
History of Southeast Asia > History of Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Ulil Absar
Date Deposited: 20 Aug 2026 05:03
Last Modified: 20 Aug 2026 05:03
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138529

Actions (login required)

View Item View Item