Polemik tentang Naskah Wangsakerta sebagai Sumber Sejarah di Kalangan Sejarawan dan Budayawan Sunda (1986-1995)

Ababyl, Chatarina Bahira (2026) Polemik tentang Naskah Wangsakerta sebagai Sumber Sejarah di Kalangan Sejarawan dan Budayawan Sunda (1986-1995). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarsm.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (355kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (594kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB) | Request a copy
[img] Text
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (162kB) | Request a copy
[img] Text
10_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Naskah Wangsakerta merupakan kumpulan naskah yang diklaim sebagai karya Pangeran Wangsakerta dari kesultanan Cirebon. Adanya naskah ini memunculkan polemik mengenai Naskah Wangsakerta sebagai sumber sejarah di kalangan sejarawan dan budayawan Sunda pada periode 1986-1995. Polemik tersebut berawal dari klaim bahwa Naskah Wangsakerta memuat sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara, khususnya Sunda, namun di sisi lain keaslian dan kelayakannya sebagai sumber sejarah dipertanyakan melalui kritik filologis dan historiografis. Perbedaan pandangan tersebut berkembang menjadi perdebatan akademik yang berpengaruh terhadap perkembangan historiografi Sunda. Penelitian ini adalah menjelaskan latar belakang munculnya polemik Naskah Wangsakerta sebagai sumber sejarah serta menganalisis perkembangan polemik tersebut dalam pandangan sejarawan dan budayawan Sunda selama kurun waktu 1986-1995. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, surat kabar, serta dokumen lain yang berkaitan dengan polemik Naskah Wangsakerta, didukung dengan observasi ke Museum Sri Baduga dan Perpustakaan Ajip Rosidi. Analisis dilakukan menggunakan teori historiografi Hayden White untuk memahami konstruksi narasi dan argumentasi yang dibangun oleh kelompok yang menerima maupun mempertanyakan Naskah Wangsakerta sebagai sumber sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polemik berkembang dalam tiga fase, yaitu fase awal (1986-1987), fase puncak (1988-1989), dan fase peredaan (1990-1995). Perdebatan tidak menghasilkan kesepakatan mengenai keaslian Naskah Wangsakerta, tetapi memberikan dampak penting terhadap perkembangan historiografi Sunda dengan mendorong penerapan kritik sumber yang lebih ketat dalam penggunaan naskah sebagai sumber sejarah. Polemik ini juga memperlihatkan adanya pertemuan antara kepentingan pelestarian identitas budaya dengan tuntutan metodologi sejarah yang bersifat ilmiah.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Naskah Wangsakerta; polemik; sejarawan dan budayawan Sunda; historiografi Sunda
Subjects: History of Southeast Asia > Period 1960 -1969
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Bahira Chatarina Bahira Ababyl Bahira
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:58
Last Modified: 24 Aug 2026 03:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139078

Actions (login required)

View Item View Item