Representasi penindasan dan perlawanan dalam film “the Teacher (2023)” karya Farah Nabulsi : Analisis Hegemoni dan Counter-Hegemony Antonio Gramsci

Nisaa, Nasywa Nur Aulian and Rohanda, Rohanda and Solihin, Ihin (2026) Representasi penindasan dan perlawanan dalam film “the Teacher (2023)” karya Farah Nabulsi : Analisis Hegemoni dan Counter-Hegemony Antonio Gramsci. Shaut Al-'Arabiyah, 14 (2). pp. 211-225. ISSN 2550-0317

[img]
Preview
Text
Artikel_Nasywa_Template_Shaut_Al-Arabiyah-hyperlinked.pdf

Download (458kB) | Preview
Official URL: https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Shaut...

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi penindasan dan perlawanan dalam film The Teacher (2023) karya Farah Nabulsi dengan menggunakan teori hegemoni dan resistensi Antonio Gramsci. Film ini dipilih karena menggambarkan secara langsung dinamika kekuasaan kolonial Israel dan bentuk-bentuk resistensi rakyat Palestina melalui tokoh, dialog, dan struktur naratif. Penelitian bertujuan menganalisis (1) bagaimana mekanisme hegemoni Israel, yaitu coercion (paksaan) dan consent (persetujuan), direpresentasikan dalam film, dan (2) bagaimana bentuk-bentuk counter-hegemony rakyat Palestina ditampilkan melalui tokoh dan praktik sosial dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik dalam kerangka sosiologi sastra. Data berupa adegan visual dan tuturan verbal dikumpulkan melalui teknik simak-catat, kemudian dianalisis melalui tahap deskripsi, klasifikasi, analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coercion direpresentasikan melalui kekerasan aparat dan pemukim, penghancuran rumah, serta kontrol ruang melalui checkpoint, sementara consent dibangun melalui legitimasi hukum, prosedur administratif, dan normalisasi penindasan dalam wacana sehari-hari. Kedua mekanisme tersebut bekerja simultan membentuk apa yang disebut Gramsci sebagai negara integral. Di sisi lain, counter�hegemony rakyat Palestina tampak melalui tokoh Basem sebagai intelektual organik, perlawanan kultural melalui bahasa kode, pembentukan blok historis tandingan, retaknya hegemoni pada generasi muda, hingga pengorbanan personal sebagai modal simbolik perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa The Teacher merepresentasikan dominasi dan perlawanan bukan sebagai dua kutub terpisah, melainkan dua kekuatan yang terus bernegosiasi dalam ruang kehidupan sehari-hari masyarakat Palestina di bawah pendudukan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Hegemoni; Counter-hegemony; Antonio Gramsci; Film Palestina; The Teacher
Subjects: Sociology and Anthropology, Society
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Nasywa Nur Aulian Nisaa
Date Deposited: 24 Aug 2026 04:07
Last Modified: 24 Aug 2026 04:07
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139276

Actions (login required)

View Item View Item