Transformasi gerakan keagamaan Habaib Betawi dari awal kemerdekaan sampai reformasi

Permana, Agus (2026) Transformasi gerakan keagamaan Habaib Betawi dari awal kemerdekaan sampai reformasi. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Surat Keterangan Plagiasi.pdf

Download (530kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (462kB) | Preview
[img] Text
6_Bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
10_bab6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB) | Request a copy
[img] Text
11_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB) | Request a copy
[img] Text
12_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Gerakan keagamaan Habaib di Betawi mengalami transformasi seiring perubahan politik, sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga Reformasi. Meskipun demikian, kajian terdahulu umumnya lebih berfokus pada aspek genealogi, diaspora Hadrami, atau tokoh tertentu sehingga belum menjelaskan secara komprehensif mekanisme historis yang menopang transformasi, keberlangsungan, legitimasi, dan reproduksi otoritas gerakan dalam perspektif longue durée. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pembentukan komunitas Habaib dalam konteks historis Betawi, menganalisis transformasi berbagai bentuk gerakan keagamaan Habaib, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong transformasi tersebut, serta menganalisis berbagai respons terhadap gerakan keagamaan Habaib di Betawi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah struktural. Tahapan penelitian meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi melalui analisis terhadap berbagai sumber primer dan sekunder untuk merekonstruksi dinamika historis gerakan keagamaan Habaib di Betawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gerakan keagamaan Habaib di Betawi mengalami transformasi secara berkesinambungan melalui tiga fase historis, yaitu Fase Konsolidasi Gerakan Keagamaan (1945–1965), Fase Institusionalisasi Gerakan Keagamaan (1966–1998), dan Fase Ekspansi dan Reproduksi Otoritas Keagamaan (1998–2020-an). Transformasi tersebut bertumpu pada fondasi sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang telah dibangun sebelum kemerdekaan melalui jaringan diaspora Hadrami, perdagangan, pendidikan, dakwah, dan akulturasi dengan masyarakat Betawi. (2) Transformasi tercermin pada perubahan identitas, dakwah, lembaga pendidikan, pencatatan nasab, dan organisasi sosial-keagamaan. Identitas Habaib berkembang dari komunitas diaspora Arab-Hadrami menjadi Wulaiti, kemudian warga negara Indonesia, dan akhirnya berintegrasi sebagai Muslim Betawi tanpa meninggalkan identitas genealogis Ba'Alawi. Dakwah, lembaga pendidikan, pencatatan nasab, dan organisasi sosial-keagamaan berkembang dari bentuk tradisional berbasis komunitas menjadi lebih terinstitusionalisasi, terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (3) Transformasi tersebut merupakan hasil interaksi perubahan struktur politik, sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang dimediasi oleh jaringan genealogis, sanad keilmuan, tradisi Ba'alawi, lembaga pendidikan, organisasi sosial-keagamaan, dan sistem pencatatan nasab yang secara bersama-sama mereproduksi legitimasi dan otoritas keagamaan. (4) Berbagai kritik terhadap legitimasi berbasis nasab, mulai dari Ahmad Surkati hingga Kyai Imaduddin menunjukkan pergeseran dasar legitimasi dari dominasi genealogi menuju legitimasi yang semakin bertumpu pada kapasitas keilmuan, integritas moral, dan pengabdian sosial tanpa menghilangkan nasab sebagai salah satu sumber legitimasi. Secara teoretis, penelitian ini menghasilkan konsep Historical Mobilizing Structures (Struktur Mobilisasi Historis) sebagai pengembangan konsep mobilizing structures Charles Tilly. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan gerakan keagamaan berbasis genealogis tidak hanya ditentukan oleh peluang politik dan organisasi formal, tetapi juga oleh struktur historis yang diwariskan lintas generasi melalui jaringan genealogis, sanad keilmuan, tradisi Ba'alawi, lembaga keagamaan, dan memori kolektif.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Habaib Betawi; gerakan keagamaan; sejarah struktural; Struktur Mobilisasi (Mobilizing Structures); longue durée (sejarah jangka panjang)
Subjects: General Collection in Indonesia
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi, Studi Agama Agama > Konsentrasi Agama dan Budaya
Depositing User: Agus Permana
Date Deposited: 24 Aug 2026 06:58
Last Modified: 24 Aug 2026 06:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139325

Actions (login required)

View Item View Item