Tinjauan konsep maslahat al-Tūfī dan al-Ghazali terhadap childfree serta implikasinya bagi keluarga muslim di Indonesia

Halim, Halmi Abdul (2026) Tinjauan konsep maslahat al-Tūfī dan al-Ghazali terhadap childfree serta implikasinya bagi keluarga muslim di Indonesia. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Turnityn Halmi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_Bab 1.pdf

Download (255kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (874kB)
[img] Text (BAB III)
6_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219kB)
[img] Text (BAB IV)
7_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (708kB)
[img] Text (BAB V)
8_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (230kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
10._Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Fenomena childfree di kalangan keluarga Muslim Indonesia menimbulkan problem akademik dan normatif karena berhadapan dengan tujuan perkawinan dalam Islam, khususnya prinsip ḥifẓ al-nasl sebagai bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah. Di satu sisi, realitas sosial modern menunjukkan meningkatnya keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kesehatan, psikologis, relasi gender, serta beban struktural keluarga. Di sisi lain, konstruksi hukum Islam klasik masih menempatkan keturunan sebagai orientasi utama perkawinan, sehingga muncul ketegangan antara norma syariat dan dinamika sosial kontemporer. Permasalahan yang akan dibahas pada panelitian ini yaitu (1) Bagaimana faktor sosiologis, historis, dan yuridis fenomena childfree di Indonesia; (2) Bagaimana konstruksi pemikiran Najmuddīn al-Ṭūfī dan Imam al-Ghazālī dalam perspektif maslahat; (3) Bagaimana persamaan dan perbedaan keduanya; serta (4) Bagaimana implikasi hukum dan sosial praktik childfree bagi keluarga Muslim di Indonesia. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu untuk: (1) Menganalisis faktor sosiologis, historis, dan yuridis fenomena childfree di Indonesia; (2) Menganalisis konstruksi pemikiran Najmuddīn al-Ṭūfī dan Imam al-Ghazālī dalam perspektif maslahat; (3) Menganalisis persamaan dan perbedaan keduanya; serta (4) Menganalisis implikasi hukum dan sosial praktik childfree bagi keluarga Muslim di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Maqashid Syariah dari al-Syāṭibī sebagai grand theory. (2) Teori Ijtihad dari al-Syaukānī sebagai midle theory. (3) Teori Keluarga Sakinah dari Wahbah al-Zuḥailī sebagai applied theory. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Analisis dengan pendekatan Yuridis Normatif, lalu jenis penelitiannya adalah Penelitian Kepustakaan. Jenis data yang digunakan Data Primer dan Data Sekunder dengan Teknik Pengumpulan Data yaitu Teknik Dokumentasi, Penelusuran Akademik dan Klasifikasi Teks. Teknik Analisis Data yaitu dengan Kondensasi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan dan Keabsahan Data. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. (1) Fenomena childfree di Indonesia lebih dominan dipengaruhi faktor struktural modern seperti tekanan ekonomi, kesehatan mental, perubahan relasi gender, dan ketidakstabilan pekerjaan, sementara secara yuridis belum terdapat pengaturan eksplisit sehingga berada dalam ruang abu-abu hukum. (2) Pemikiran Najmuddīn al-Ṭūfī dan Imam al-Ghazālī memiliki perbedaan metodologis dalam memahami maslahat, di mana al-Ghazālī menekankan ḥifẓ al-nasl sebagai tujuan normatif, sedangkan al-Ṭūfī memberikan fleksibilitas kontekstual. (3) Keduanya memiliki titik temu pada orientasi kemaslahatan sebagai tujuan hukum Islam, namun berbeda dalam pendekatan penilaiannya sehingga dapat disintesiskan secara komplementer. (4) Implikasi hukum penelitian ini menunjukkan bahwa praktik childfree sebagai pilihan permanen untuk tidak memiliki keturunan tidak dapat dijadikan pilihan normatif dalam hukum keluarga Islam.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Konsep Maslahat; Al-Ghazali; Al-Tufi; Childfree
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam > Konsentrasi Hukum Keluarga
Depositing User: Halmi Abdul Halim
Date Deposited: 26 Aug 2026 00:46
Last Modified: 26 Aug 2026 00:59
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139457

Actions (login required)

View Item View Item