Studi syarah hadis tentang dua nikmat yang jarang disadari: Analisis atas kata al-faragh (waktu senggang)

Ahmad, Raihan Haidar (2026) Studi syarah hadis tentang dua nikmat yang jarang disadari: Analisis atas kata al-faragh (waktu senggang). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarsm.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (396kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (553kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (567kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5 (19).pdf
Restricted to Registered users only

Download (203kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (303kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maghbūn (tertipu) terhadap nikmat al-farāgh (waktu senggang) di era digital, sebagaimana ditunjukkan data APJII (2026) bahwa 43,4% pengguna internet Indonesia menghabiskan 4 hingga 6 jam per hari untuk mengakses internet, dengan penggunaan terbesar untuk hiburan dan jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemaknaan kata al-farāgh dalam syarah hadis dua nikmat menurut perspektif ulama hadis klasik dan kontemporer, serta mengontekstualisasikannya terhadap problematika penggunaan waktu senggang di era digital. Kajian ini menggunakan metode mauḍūʿī melalui enam tahapan analisis terhadap empat kitab syarah yang mewakili jalur periwayatan hadis dalam kutub alsittah: Fatḥ al-Bārī karya Ibnu Ḥajar al-ʿAsqalānī (syarah Ṣaḥīḥ al-Bukhārī), Tuḥfat al-Aḥważī karya al-Mubārakfūrī (syarah Sunan al-Tirmiżī), Ḥāsyiyah al-Sindī ʿalā Sunan Ibnu Mājah karya al-Sindī, dan Al-Waqt fī Ḥayāt al-Muslim karya Yūsuf alQaraḍāwī. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, keempat ulama sepakat bahwa al-farāgh adalah nikmat Allah yang bersifat amanah: kondisi terbebas dari kesibukan duniawi yang hanya bermakna penuh ketika hadir bersama kesehatan, serta memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang tidak terpisahkan. Kedua, pemaknaan al-farāgh dari keempat ulama tersebut terbukti relevan dengan problematika era digital: fenomena infinite scroll, distraksi algoritmik, dan konsumsi konten pasif merupakan manifestasi kontemporer dari maghbūn yang diperingatkan Nabi SAW, sejalan dengan temuan Iowa State University bahwa batas aman penggunaan media sosial hanya 30 menit per hari, jauh di bawah rata-rata penggunaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa al-farāgh merupakan nikmat ganda yang mencakup dimensi batin (farāgh al-khāṭir, kelapangan hati) dan dimensi konsekuensi (wabāl, akibat buruk apabila disia-nyiakan), sekaligus merupakan amanah yang menuntut pertanggungjawaban di hadapan Allah atas cara ia digunakan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Al-Farāgh; Digital; Syarah Hadis
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Menurut Bidang Tertentu
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Raihan Haidar Ahmad
Date Deposited: 26 Aug 2026 06:52
Last Modified: 28 Aug 2026 00:35
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139594

Actions (login required)

View Item View Item