Hijriani, Ajeng Bini Haula (2026) Analisis epistemologi Ibnu Khaldun terhadap proses belajar agama berbasis AI: Studi terhadap mahasantri UIN SGD Bandung di Pesantren Al-Ihsan. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (100kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (167kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (137kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (389kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (567kB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan perubahan dalam proses belajar, termasuk dalam pembelajaran agama di lingkungan pesantren. Kehadiran AI generatif memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi keagamaan secara cepat, namun sekaligus memunculkan persoalan mengenai otoritas, validitas, dan batas penggunaannya dalam proses memperoleh pengetahuan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasantri terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar agama, memahami pemaknaan mereka terhadap otoritas, validitas, dan batas penggunaan AI, serta menganalisis proses belajar agama berbasis AI melalui perspektif epistemologi Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasantri UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bermukim di Pesantren Al-Ihsan dan memanfaatkan AI dalam proses belajar agama. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diinterpretasikan melalui konsep akal tajribi, akal nazari, dan naqliyyah dalam epistemologi Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasantri memaknai AI sebagai sarana pendukung yang membantu memperoleh informasi, memahami materi, dan mencari referensi keagamaan secara lebih cepat. Meskipun demikian, AI tidak dipandang sebagai sumber utama pengetahuan agama. Informasi yang diperoleh melalui AI tetap divalidasi kepada guru, kitab, Al-Qur'an, hadis, dan sumber keagamaan yang lebih otoritatif. Mahasantri juga memberikan batasan penggunaan AI, yaitu lebih tepat dimanfaatkan pada materi-materi dasar dan tidak dijadikan rujukan utama dalam persoalan agama yang kompleks. Analisis epistemologi Ibnu Khaldun menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam proses belajar agama mencerminkan berfungsinya akal tajribi melalui pengalaman penggunaan AI, akal nazari melalui proses penalaran dan validasi informasi, serta naqliyyah melalui tetap dipertahankannya otoritas guru, kitab, Al-Qur'an, dan hadis sebagai sumber utama pengetahuan agama. Dengan demikian, AI diposisikan sebagai wasilah yang mendukung proses belajar agama, bukan sebagai pengganti otoritas keilmuan dalam tradisi Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Artificial Intelligence; Religious Learning Process; Ibn Khaldun's Epistemology |
| Subjects: | Theory of Philosophy Islam > Islam and Philosophy Islam Umum > Islam dan Filsafat Philosophy and Theory of Technology Biography, Obituary > Philosopy and Theory of Biography |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Ajeng Bini Haula Hijriani |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:26 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139676 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



