Nur`Aina Fajria, Riri (2026) Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin dalam menerapkan lima pilar keluarga sakinah: Penelitian di Kantor urusan Agama Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (45kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Riri Nur'Aina Fajria_Hasil cek similarity.pdf Download (322kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf Download (84kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (214kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (516kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (367kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (127kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (166kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran Penelitian (11).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tingginya angka perceraian di Kabupaten Cianjur yang mencapai 3.159 kasus dan didominasi faktor ekonomi akibat judi online mengindikasikan rendahnya kesiapan pasangan menerapkan nilai keluarga sakinah. Kondisi ini memperlihatkan kesenjangan antara tujuan pernikahan Islam yang berlandaskan lima pilar (zawaj, mitsaqan ghalidzan, mu'asyarah bil ma'ruf, musyawarah, dan taradhin) dengan realitas rumah tangga, sehingga menjadi celah penelitian yang mendorong dilaksanakannya penelitian ini di KUA Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman calon pengantin terhadap lima pilar, pelaksanaan bimbingan perkawinan dalam membekali pemahaman tersebut, serta kesiapan calon pengantin menerapkan lima pilar sesudah mengikuti bimbingan. Penelitian menggunakan Taksonomi Bloom (Bloom, 1956; Anderson & Krathwohl, 2001) untuk menganalisis tingkat pemahaman, pemaknaan, dan penerapan, serta konsep Tingkatan Keluarga Sakinah Kemenag RI (2017) sebagai tolok ukur kesiapan. Kedua kerangka diturunkan menjadi lima indikator operasional: kelengkapan penyebutan pilar, kedalaman pemaknaan, pemahaman keterkaitan antarpilar, kejelasan rencana penerapan, dan konsistensi kesiapan pada kelima pilar sekaligus. Teori bimbingan Prayitno (2004), Winkel & Hastuti (2012), dan Syubandono (1981) digunakan sebagai landasan analisis pelaksanaan bimbingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas kepala KUA, penyuluh agama, dan enam calon pengantin. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman calon pengantin bervariasi; sebagian belum mengenal kelima pilar, sebagian memahami sebagian pilar, dan sebagian kecil memahaminya secara integratif. Bimbingan perkawinan sudah berjalan rutin dan interaktif, namun terkendala ketidakhadiran peserta, durasi terbatas, dan belum adanya tindak lanjut pascanikah. Berdasarkan lima indikator kesiapan, dua calon pengantin berkategori kesiapan tinggi, dua sedang, dan dua rendah, sehingga secara umum bimbingan perkawinan baru mengantarkan sebagian besar calon pengantin pada tingkat kesiapan membangun keluarga Sakinah I dan memerlukan pendampingan berkelanjutan untuk mencapai tingkatan lebih tinggi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Perkawinan; Calon Pengantin; Lima Pilar; Keluarga Sakinah |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Bimbingan Perkawinan BP4 |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Riri Nuraina Fajria |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:10 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:46 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



