Salsabila, Nucifera (2026) Kontribusi pendidikan ekologi dalam perilaku sosial siswa di sekolah dasar negeri ekologi kahuripan padjajaran kabupaten Purwakarta. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAKK.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Pernyataan Bebas Plagiasi (6).pdf Download (283kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (220kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (333kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (476kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (432kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (942kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (54kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Pendidikan ekologi merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membentuk perilaku sosial peserta didik. Namun, implementasi pendidikan ekologi di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menginternalisasikan nilai-nilai ekologis menjadi perilaku sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program pendidikan ekologi yang diterapkan di SDN Ekologi Kahuripan Padjajaran Purwakarta, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kontribusi pendidikan ekologi dalam pembentukan perilaku sosial siswa, serta menganalisis pembentukan perilaku sosial siswa. Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger yang menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Melalui berbagai program pendidikan ekologi, nilai-nilai kepedulian lingkungan dibangun menjadi budaya sekolah, kemudian diinternalisasi oleh peserta didik hingga membentuk perilaku sosial sadar lingkungan, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data, yaitu mengorganisasikan data, membaca keseluruhan data, melakukan pengodean, mengembangkan tema, menyajikan data, dan menginterpretasikan makna data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekologi diimplementasikan melalui pembelajaran berbasis alam, serta program pembiasaan seperti Murangkali Gempita, Sempurna, Masagi, Porsita Membumi, dan Kelas Kecakapan Ekologi. Faktor internal yang memengaruhi pembentukan perilaku sosial meliputi nilai, keyakinan, dan norma pribadi yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan faktor eksternal meliputi peran guru, dukungan keluarga, teman sebaya. Proses pembentukan perilaku berlangsung melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, di mana nilai ekologis dipraktikkan melalui kegiatan sekolah, berkembang menjadi kebiasaan dan budaya bersama, kemudian diinternalisasi oleh siswa. Proses tersebut berkontribusi dalam terbentuknya perilaku sosial berupa kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang tercermin dalam kebiasaan menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengelola sampah, bekerja sama, dan saling mengingatkan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan Ekologi; Perilaku Sosial; Konstruksi Sosial; Sekolah Dasar |
| Subjects: | Factors Affecting Social Behaviour Factors Affecting Social Behaviour > Human Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Nucifera Salsabila |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:24 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:24 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



