Rachman, Rizki Aulia (2026) Keterlibatan para ulama dan pesantren dalam peristiwa pertempuran Sasak Kapuk di Bekasi 1945. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (135kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (100kB) | Preview |
|
|
Text (BEBAS PLAGIARISM)
Keterangan bebas plagiarism.pdf Download (383kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf Download (159kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_BAB 1.pdf Download (302kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (480kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (381kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (209kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
9_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (324kB) |
Abstract
Peristiwa Pertempuran Sasak Kapuk di Bekasi pada tahun 1945 merupakan salah satu bagian penting dari sejarah Revolusi Kemerdekaan Indonesia yang belum banyak mendapat perhatian dalam kajian sejarah lokal. Penulisan sejarah revolusi selama ini lebih banyak berfokus pada peristiwa-peristiwa berskala nasional sehingga peran aktor lokal sering kali terabaikan. Padahal, masyarakat Bekasi memiliki keterlibatan yang besar dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk dari kalangan ulama dan pesantren. Kedudukan ulama sebagai pemimpin masyarakat serta pesantren sebagai pusat pendidikan Islam menjadikan keduanya memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap peran dan keterlibatan ulama serta pesantren dalam Peristiwa Pertempuran Sasak Kapuk tahun 1945. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua pertanyaan pokok. Pertama, bagaimana kondisi sosial, politik, dan keamanan wilayah Bekasi sebelum pecahnya Pertempuran Sasak Kapuk pada tahun 1945. Kedua, bagaimana bentuk keterlibatan para ulama dan pesantren dalam Peristiwa Pertempuran Sasak Kapuk sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertanyaan tersebut menjadi landasan dalam mengarahkan proses penelitian dan analisis terhadap berbagai sumber sejarah yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi Bekasi sebelum terjadinya Pertempuran Sasak Kapuk pada tahun 1945. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan keterlibatan para ulama dan pesantren dalam peristiwa tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kontribusi ulama dan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya khazanah historiografi lokal yang selama ini masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber primer dan sekunder berupa arsip, surat kabar, buku, dokumen visual, dan sumber pendukung lainnya. Tahap kritik sumber dilakukan melalui kritik eksternal dan internal untuk menguji keaslian serta kredibilitas sumber. Selanjutnya, data yang telah diverifikasi dianalisis melalui proses interpretasi dengan menggunakan pendekatan historis dan teori gerakan sosial. Tahap terakhir adalah historiografi, yaitu penyusunan hasil penelitian dalam bentuk penulisan sejarah yang sistematis dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekasi pada tahun 1945 merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Jakarta sekaligus jalur penting dalam dinamika Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Kondisi sosial masyarakat yang religius dan mayoritas beragama Islam menjadikan ulama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat. Dalam Peristiwa Pertempuran Sasak Kapuk, para ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai penggerak perjuangan rakyat melalui dakwah, motivasi jihad, serta pembinaan moral masyarakat. Sementara itu, pesantren berfungsi sebagai pusat mobilisasi massa, tempat pendidikan ideologis, dan basis penguatan semangat perjuangan. Keterlibatan ulama dan pesantren menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perlawanan bersenjata, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, solidaritas sosial, dan kesadaran nasionalisme. Peran tersebut membuktikan bahwa ulama dan pesantren merupakan bagian integral dari gerakan perlawanan rakyat Bekasi dalam menghadapi ancaman pasukan Sekutu dan Belanda pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peran Ulama; Pesantren Bekasi; Pertempuran Sasak Kapuk; Perang Kemerdekaan |
| Subjects: | History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Rizki Auli Aul Rizki |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 03:40 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 03:40 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139771 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



