Respon masyarakat kampung Cipari Kabupaten Garut terhadap Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat (1949-1962)

Ramdani, Ghaitsa and Kusdiana, Ading and Astri, Yasmina Wikan (2026) Respon masyarakat kampung Cipari Kabupaten Garut terhadap Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat (1949-1962). Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 5 (1). pp. 695-713. ISSN 2964-5557

[img]
Preview
Text
48.artikel Ghaitsa Ramdani.pdf

Download (466kB) | Preview
Official URL: https://community.pdtii.org/index.php/cm/article/v...

Abstract

Penelitian ini membahas respon masyarakat Kampung Cipari, Kabupaten Garut, terhadap pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) selama periode 1949-1962. Fokus utama adalah peran Pesantren Cipari yang dipimpin oleh K.H. Yusuf Tauziri dalam melawan ekstremisme ideologis DI/TII dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam moderat dan loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui wawancara,dokumen arsip,dan kajian literatur. Adapun hasil penelitian mengungkapkan pentingnya peran pesantren sebagai agen perubahan sosial-politik di Indonesia. Sebagai institusi tradisional, pesantren tidak hanya mempertahankan nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi benteng moral dan sosial yang mampu menghadapi ancaman ekstremisme ideologi. Pesantren Cipari menunjukkan kontribusi penting dalam menjaga integrasi nasional dan melawan gerakan separatis yang mengancam keutuhan bangsa. K.H. Yusuf Tauziri berperan strategis dengan memimpin laskar Darussalam dan masyarakat Kampung Cipari menghadapi lebih dari 50 serangan pasukan DI/TII. Pendekatannya menolak ekstremisme DI/TII dengan menitikberatkan pada reformasi internal, dakwah, dan perlawanan defensif, menjadikan Pesantren Cipari simbol perlawanan ideologis dan fisik yang kokoh. ENGLISH: This research discusses the response of the people of Cipari Village, Garut Regency, to the Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) rebellion during the period 1949-1962. The main focus is the role of the Cipari Islamic Boarding School led by K.H. Yusuf Tauziri in countering DI/TII ideological extremism while maintaining moderate Islamic values and loyalty to the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). This research uses a historical method that includes heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through interviews, archival documents, and literature review. The results revealed the importance of the role of pesantren as agents of socio-political change in Indonesia. As a traditional institution, pesantren not only maintain religious values, but also become a moral and social fortress capable of facing the threat of ideological extremism. Cipari Islamic boarding school shows an important contribution in maintaining national integration and fighting separatist movements that threaten the integrity of the nation. K.H. Yusuf Tauziri played a strategic role by leading the Darussalam laskar and the people of Cipari Village to face more than 50 attacks by DI/TII troops. His approach to rejecting DI/TII extremism by emphasizing internal reform, preaching, and defensive resistance, made the Cipari Islamic Boarding School a symbol of strong ideological and physical resistance.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pemberontakan DI/TII; K.H. Yusuf Tauziri; Respon Masyarakat.
Subjects: History of Southeast Asia
History of Southeast Asia > Period of Republic
Depositing User: Ghaitsa Ramdani
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:24
Last Modified: 27 Aug 2026 07:24
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139785

Actions (login required)

View Item View Item