Kurnia, Nia (2026) Resistensi masyarakat terhadap politik kebencanaan dalam kebijakan relokasi zona merah pasca gempa cianjur 2022. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARSM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (93kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (193kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Restricted to Registered users only Download (383kB) |
||
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Repository staff only Download (307kB) |
||
|
Text (BAB II)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (961kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (145kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (213kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Nia Kurniawati, 1228040083, 2026, Resistensi Masyarakat Terhadap Politik Kebencanaan Dalam Kebijakan Relokasi Zona Merah Pasca Gempa Cianjur 2022. Penelitian ini membahas resistensi masyarakat terhadap kebijakan relokasi zona merah pascagempa Cianjur tahun 2022 dengan menggunakan perspektif poli-tik kebencanaan dan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi di Kecamatan Cugenang pada 21 November 2022 mendorong pemerintah menetapkan kebijakan relokasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah zona merah berdasarkan hasil pemetaan BMKG. Dalam pelaksa-naannya, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat. Sebagian warga memilih tetap bertahan di zona merah dan menolak menempati hunian tetap yang telah disediakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses munculnya resistensi masyarakat, mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi yang terjadi, serta mengkaji implikasinya terhadap politik kebencanaan dan implementasi kebijakan relokasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data di-peroleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas BPBD Kabupaten Cianjur, apa-ratur Kecamatan Cugenang, aparatur Desa Cijedil, Sarampad, dan Cibeureum, tokoh masyarakat RW 04, serta warga yang menerima dan menolak relokasi. Ke-absahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, resistensi masyarakat terbentuk melalui empat tahapan, yaitu kondisi psikologis masyarakat yang masih rentan setelah bencana, kesalahpahaman mengenai status kepemilikan tanah, meningkatnya ketidakpercayaan akibat proses sosialisasi yang dianggap ku-rang tepat dan dugaan kurangnya transparansi bantuan, serta upaya penyampaian aspirasi melalui audiensi yang tidak menghasilkan perubahan kebijakan. Kedua, bentuk resistensi yang ditemukan terdiri atas resistensi terbuka melalui penolakan resmi dan audiensi dengan pemerintah, serta resistensi tertutup berupa keputusan sebagian warga untuk tetap tinggal di zona merah. Hingga penelitian dilakukan, masih terdapat sekitar 36 Kepala Keluarga di Desa Sarampad yang belum bersedia direlokasi. Perbedaan tingkat resistensi di setiap desa dipengaruhi oleh peran, kepentingan, dan pengaruh tokoh lokal. Ketiga, resistensi berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, menguatnya dominasi pemerintah dalam penetapan ruang pascabencana, serta terhambatnya proses relo-kasi di tingkat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resistensi masyarakat bukan merupakan penolakan terhadap tujuan kebijakan relokasi, melainkan respons terhadap pelaksa-naan kebijakan yang dinilai belum mampu mengakomodasi kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Dari perspektif politik kebencanaan, resistensi menc-erminkan upaya masyarakat untuk mempertahankan ruang hidupnya serta mem-peroleh ruang partisipasi yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan pascabencana. Kata Kunci: Gempa Cianjur 2022. Implementasi Kebijakan, Merilee S. Grindle, Politik Kebencanaan, Resistensi Masyarakat, , Relokasi Zona Merah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gempa Cianjur 2022. Implementasi Kebijakan, Merilee S. Grindle, Politik Kebencanaan, Resistensi Masyarakat, , Relokasi Zona Merah |
| Subjects: | Political dan Government Science > Policy Making |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Nia Kurniawati |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:39 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:39 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139812 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



