Nuraini, Insania Cahya (2026) Kebahagiaan dalam Hedonisme Modern: Analisis Stoikisme Marcus Aurelius mengenai Ketergantungan pada Kesenangan Eksternal. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (171kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (133kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (169kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (454kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (217kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (450kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena hedonisme modern yang menunjukkan kecenderungan mengonstruksi kebahagiaan berdasarkan pemenuhan kesenangan eksternal, kepemilikan materi, pengakuan sosial dan validasi digital, yang pada realitasnya justru rentan memicu kecemasan serta siklus ketidakpuasan tanpa akhir (hedonic treadmill). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kebahagiaan dalam hedonisme kontemporer, mengkaji konsep kebahagiaan menurut Stoikisme Marcus Aurelius, serta merumuskan relevansinya sebagai respons etis terhadap ketergantungan pada kesenangan eksternal tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research. Sumber data primer terdiri atas Meditations karya Marcus Aurelius, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kebahagiaan dalam hedonisme modern berorientasi pada pemenuhan kesenangan eksternal yang dikonstruksi melalui budaya konsumsi, pengalaman, pengakuan sosial, atau reproduksi keinginan sehingga kebahagiaan bersifat sementara dan terus bergerak mengikuti munculnya hasrat baru. Kondisi tersebut diperkuat oleh mekanisme hedonic treadmill yang menyebabkan individu terus beradaptasi terhadap kesenangan sehingga kepuasan yang diperoleh bersifat sementara. Sedangkan, Stoikisme Marcus Aurelius memandang kebahagiaan sebagai kondisi bathin bersumber dari kualitas batin dan kebebasan bathin individu yang diraih melalui pengembangan kebajikan, penggunaan rasio, pengendalian diri, serta kehidupan yang selaras dengan tatanan alam (logos). Dalam perspektif ini, kesenangan eksternal diposisikan sebagai hal netral (adiaphora) agar manusia mampu mengendalikan keinginannya secara proporsional.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebahagiaan; Hedonisme Modern; Stoikisme; Marcus Aurelius; Kebajikan |
| Subjects: | Cosmology > Philosopy of Life Medieval Western Philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Insania Cahya Nuraini |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:59 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:59 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139944 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



