Kuswanto, Bambang (2026) Hukum perkawinan akibat perselingkuhan menurut mazhab maliki dan mazhab syafii serta Prospeknya terhadap pengembangan hukum perkawinan di Indonesia. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_COVER.pdf Download (175kB) | Preview |
|
|
Text
2_ABSTRAK.pdf Download (266kB) | Preview |
|
|
Text
3_SK Bebas Plagiarism.pdf Download (392kB) | Preview |
|
|
Text
4_DAFTAR_ISI.pdf Download (105kB) | Preview |
|
|
Text
5_BAB I.pdf Download (624kB) | Preview |
|
|
Text
6_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (662kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (122kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) | Request a copy |
Abstract
Perselingkuhan dalam hubungan pernikahan memang sangat menyakitkan. Tidak hanya dapat memicu konflik, ia juga dapat berakhir kepada perceraian. Keduanya bukanlah sesuatu yang diharapkan hadir dalam sebuah hubungan rumah tangga. Menurut pandangan fikih, Islam tegas melarang atau mengharamkan perbuatan yang merusak hubungan suami istri. Umumnya, para ulama menganggap bahwa tindakan yang merusak hubungan suami istri merupakan dosa besar di mata Allah. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan fuqaha mengenai hukum merusak hubungan suami istri yang dapat mengakibatkan perceraian. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk menganalisis implikasi dan Prospek pandangan mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'I terhadap perkawinan akibat perselingkuhan dalam konteks pembentukan dan implementasi sistem hukum perkawinan Islam di Indonesia saat ini. Beberapa teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Grand theory yang digunakan adalah teori Maqosid Syariah, middle rang theory menggunakan teori Ijtihad Ulama. Applied Theory: Teori Sistem Hukum , bahwa Sistem hukum diadakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dan pendekatan yuridis empirif, yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan fakta- fakta yang diperoleh peneliti terkait dengan objek penelitian. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang objek penelitian, penelitian ini berupaya menggambarkan isi materi dari pandangan mazhab Maliki dan mazhab Syafi’i tentang perkembangn hukum perkawinan di Indonesia. Hasil penelitian ini disimpulkan:Mazhab Maliki berpendapat seseorang yang merebut pasangan suami istri orang lain status pernikahannya haram selamanya dan akadnya batal. sedangkan mazhab Syafii berpendapat bahwa seorang yang merebut isteri orang lain dengan maksud untuk dinikahinya sendiri adalah digolongkan menjadi orang yang fasiq dan perbuatannya adalah maksiyat yang paling buruk dan dosa yang paling keji dihadapan Allah, namun tidak berdampak keharaman dalam perkawinannya. Penelitian ini juga menemukan bahwa pandangan mazhab Syafi’i memiliki relevansi yang kuat terhadap hukum perkawinan di Indonesia, karena hukum positif Indonesia pada dasarnya lebih menitikberatkan keabsahan perkawinan pada terpenuhinya syarat formal dan prosedural, bukan pada penilaian moral semata terhadap sebab-sebab sebelum akad. Hukum perkawinan Indonesia tidak mengenal larangan eksplisit untuk menikah dengan pihak ketiga penyebab perceraian setelah perceraian sah terjadi.
| Item Type: | Thesis (Doktoral) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan; Perselingkuhan |
| Subjects: | International Law > Human Rights |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam > Konsentrasi Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Bambang Kuswanto |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:09 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:09 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



