Salma, Khumayra (2026) Pemberitaan peristiwa 212 tahun 2016-2017 dalam media Pikiran Rakyat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (184kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_bebasplagiarism.pdf Download (393kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (503kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (974kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peristiwa 212 yang merupakan salah satu mobilisasi massa keagamaan terbesar dalam sejarah Indonesia pascareformasi, yang berlangsung pada rentang 2016-2017 sebagai reaksi atas dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum Peristiwa 212 pada tahun 2016-2017 serta menganalisis bagaimana peristiwa tersebut direpresentasikan dalam pemberitaan harian Pikiran rakyat sebagai media cetak terbesar di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dalam pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peristiwa 212 lahir dari rangkaian Aksi Bela Islam yang dipicu oleh isu penistaan agama, memperoleh legitimasi keagamaan dari Majelis Ulama Indonesia, dan terorganisasi melalui Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), hingga membawa dampak luas terhadap kondisi sosial dan politik Indonesia. Adapun Pikiran rakyat cenderung membingkai peristiwa tersebut sebagai gerakan keagamaan yang damai dan sarat nilai ukhuwah Islamiyah, sembari tetap menghadirkan perspektif hukum atas proses persidangan Ahok. Konstruksi pemberitaan tersebut turut membentuk opini publik dan memori kolektif masyarakat Jawa Barat mengenai makna Peristiwa 212. Penelitian ini menegaskan bahwa media massa lokal bukan sekadar perekam peristiwa, melainkan aktor aktif dalam membingkai dan mewariskan makna suatu peristiwa sejarah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peristiwa 212; Aksi Bela Islam; Pikiran Rakyat; representasi media; media massa. |
| Subjects: | Islam > Islam and Politics, Fundamentalism Social Interaction, Interpersonal Relations > Media of Communication, Mass Media History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Khumayra Salma |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:11 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:11 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140008 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



