Anam, Khairul (2026) Relasi ayah anak dalam al-Quran: Studi atas kisah nabi Ibrahim dan Ismail dengan pendekatan Fazlur Rahman. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (60kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (58kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (240kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (108kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (413kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (94kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya relasi ayah dan anak dalam keluarga Muslim modern akibat perubahan sosial dan menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam Surah As-Saffat ayat 99-113 menawarkan prinsip relasional yang relevan, namun selama ini lebih banyak dipahami sebagai kisah kepatuhan semata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode double movement Fazlur Rahman dan di analisis kembali menggunakan teori teory Bown dalam menafsirkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, menjelaskan bentuk relasi ayah dan anak yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji implementasinya dalam kehidupan keluarga Muslim modern. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan kepustakaan (library research) dan deskriptif-analitis. Data penelitian bersumber dari Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, karya Fazlur Rahman, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis melalui dua tahapan double movement, yaitu analisis konteks historis ayat dan kontekstualisasi nilai-nilai moralnya ke dalam kehidupan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode double movement Fazlur Rahman mampu menghasilkan pemahaman yang lebih kontekstual terhadap kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Relasi ayah dan anak dalam kisah tersebut tidak hanya didasarkan pada kepatuhan terhadap perintah Allah, tetapi juga dibangun melalui komunikasi yang dialogis, musyawarah, saling percaya, dan kesadaran spiritual bersama. Analisis Bowen menemukan empat prinsip utama relasi ayah dan anak, yaitu komunikasi terbuka, kepercayaan timbal balik, kesadaran spiritual bersama, serta pemberian ruang bagi anak untuk bertanggung jawab atas pilihannya. Prinsip tersebut kemudian diimplementasikan dalam keluarga Muslim modern melalui pola pengasuhan yang menghargai martabat anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menyeimbangkan otoritas orang tua dengan kebutuhan perkembangan anak. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model relasi ayah dan anak yang dialogis, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an sehingga dapat menjadi alternatif dalam memperkuat ketahanan keluarga Muslim di era modern.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Relasi Ayah dan Anak; Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail; Double Movement; Fazlur Rahman; Keluarga Muslim Modern |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Kandungan Al-Qur'an Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Khairul Anam Khairul Anam |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 16:21 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 16:21 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140128 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



