Anjani, Ratu Fadillah (2026) Bimbingan Islam dengan teknik Mau’idzhah Hasanah dalam menangani korban Cyber Affair: Penelitian di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (82kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (70kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (264kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (502kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (373kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (476kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (977kB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena cyber affair (perselingkuhan digital) berdampak serius pada keharmonisan rumah tangga, memicu krisis kepercayaan hingga ancaman perceraian. KUA Kecamatan Cileunyi berupaya menangani masalah ini melalui bimbingan Islam dengan teknik mau’idzhah hasanah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi korban cyber affair, menguraikan proses pelaksanaan layanan bimbingan Islam dengan teknik mau’idzhah hasanah, serta memaparkan hasil dari layanan bimbingan tersebut pada korban cyber affair di KUA Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Penggalian data dilakukan melalui wawancara langsung dengan penyuluh KUA, sementara data dari korban digali secara tidak langsung (melalui penyuluh sebagai mediator) demi menjaga privasi dan kerahasiaan identitas korban. Penelitian ini berlandaskan pada teori bimbingan Islam dan teknik mau’idzhah hasanah. Bimbingan Islam menurut Anwar & Hidayat (2024: 15) adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan kepada individu atau kelompok agar mereka mampu memahami dirinya, menerima takdirnya, dan memecahkan masalah hidupnya berdasarkan syariat Islam, sedangkan teknik mau’idzhah hasanah menurut Abdullah (2024: 34) menggunakan pendekatan nasihat yang lembut dan menyentuh hati.metode penyampaian pesan, nasihat, atau bimbingan yang dilakukan dengan bahasa yang lembut, santun, dan menyentuh hati, tanpa adanya unsur paksaan, kekerasan, maupun sindiran yang merendahkan martabat klien. Teknik ini dipilih karena dapat membantu korban menstabilkan emosi, memulihkan kepercayaan, mendorong keterbukaan bermedia sosial, serta berkurangnya konflik untuk menumbuhkan harapan dalam mempertahankan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awalnya korban mengalami guncangan emosional dan krisis kepercayaan akibat pasangan yang tertutup, di mana perselingkuhan sering kali menjadi pelarian dari konflik finansial atau kurangnya keintiman. Proses bimbingan dilakukan secara empatik melalui empat tahap: Ta’aruf, Tafahum, Mau’idzhah Hasanah, dan Tadzkirah. Bimbingan ini terbukti dapat menstabilkan emosi korban, meningkatkan kesepakatan keterbukaan akses media sosial, dan memulihkan kepercayaan melalui keikhlasan memaafkan, sehingga konflik mereda dan perceraian berhasil dihindari.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Islam; Cyber Affair; Teknik Mau’idzhah Hasanah |
| Subjects: | Applied Psychology > Counseling and Interviewing Social Welfare, Problems and Services > Marriage Counseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ratu Fadillah Anjani |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 07:15 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 07:15 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140307 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



