Rasyid, Amirul (2026) Tafsir ayat-ayat Mutasyabihat : Studi komparatif tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab dan tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (253kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (245kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (349kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (522kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (678kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mutasyābihāt dalam Tafsir Al-Misbah; mendeskripsikan penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat mutasyābihāt dalam Tafsir Al-Azhar; serta menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran kedua mufasir beserta faktor-faktor yang memengaruhi corak penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab dan Buya Hamka sama-sama memandang ayat-ayat mutasyābihāt sebagai bagian dari kemukjizatan Al-Qur'an yang mengandung hikmah serta tidak dapat dipahami secara parsial tanpa memperhatikan konteks ayat, kaidah bahasa Arab, dan prinsip-prinsip penafsiran Al-Qur'an. Keduanya juga sepakat bahwa pemahaman terhadap ayat mutasyābihāt harus tetap berada dalam koridor akidah Islam yang benar serta tidak bertentangan dengan ayat-ayat muḥkamāt. Adapun perbedaannya terletak pada pendekatan penafsiran yang digunakan Quraish Shihab cenderung menggunakan pendekatan linguistik, kontekstual, rasional, dan tematik dengan mengintegrasikan analisis kebahasaan, munāsabah ayat, serta realitas sosial kontemporer sehingga penafsirannya lebih moderat, sistematis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Sebaliknya, Buya Hamka lebih menonjolkan pendekatan adabī-ijtimā‘ī yang dipadukan dengan nilai-nilai dakwah, tasawuf, pengalaman sosial, sejarah, dan budaya masyarakat Melayu-Indonesia sehingga penafsirannya lebih bernuansa moral, spiritual, dan aplikatif dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pengalaman intelektual, lingkungan sosial, serta orientasi metodologis masing-masing mufasir.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Muutasyabihat; Quraish Shihab; Buya Hamka; Tafsir Al-Misbah; Tafsir Al-Azhar; |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Amirul Rasyid |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 08:27 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 08:28 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



