Aulia, Hilma Nurul (2026) Total flavonoid serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan etil asetat rimpang temu kunci (Boesenbergia rotunda) terhadap Listeria monocytogenes dan Pseudomonas aeruginosa. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (248kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (268kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI)
3_skbebasplagiarsm.pdf Download (874kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (264kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (256kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (426kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (380kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (441kB) |
Abstract
Temu kunci (Boesenbergia rotunda) adalah tumbuhan obat dari famili Zingiberaceae yang tumbuh melimpah di Indonesia dan secara turun-temurun dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit. Di dalam rimpangnya terkandung flavonoid, salah satu senyawa metabolit sekunder yang diketahui memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi jenis-jenis metabolit sekunder pada rimpang temu kunci, menentukan kadar total flavonoidnya, serta menguji kemampuan antibakterinya. Proses ekstraksi rimpang temu kunci dilakukan melalui metode maserasi dengan menggunakan dua jenis pelarut, yaitu etanol dan etil asetat. Uji kualitatif dilakukan melalui reaksi warna untuk mendeteksi keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid, sementara aktivitas antibakteri diuji dengan metode cakram (disc diffusion). Sedangkan kadar total flavonoid ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis melalui reaksi dengan AlCl3, yang diukur pada panjang gelombang 435 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu kunci mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid, sementara ekstrak etil asetatnya mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid tanpa disertai tanin. Kadar total flavonoid pada ekstrak etanol rimpang temu kunci tercatat sebesar 19,07 mgQE/g, sedangkan pada ekstrak etil asetat lebih tinggi, yaitu 21,28 mgQE/g. Selain itu, baik ekstrak etanol maupun etil asetat dari rimpang temu kunci terbukti memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Listeria monocytogenes dan Pseudomonas aeruginosa.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antibakteri; ekstrak; fitokimia; Listeria monocytogenes; Pseudomonas aeruginosa; rimpang temu kunci; total flavonoid |
| Subjects: | Organic Chemistry Microorganisms > Prokaryotes, Bacteria |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia |
| Depositing User: | Hilma Nurul Aulia |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 01:51 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 01:51 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140465 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



