Amanah, Puspita (2026) Kafa'ah dalam pernikahan perspektif Al-Qur'an: Pendekatan Double Movement Fazlur Rahman untuk pernikahan yang setara. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (154kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (326kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (459kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (750kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) | Request a copy |
Abstract
Kafā’ah merupakan kesepadanan antarcalon pasangan dalam pernikahan Islam. Dalam fikih, kafā’ah sering dikaitkan dengan keturunan, status sosial, kekayaan, dan kedudukan keluarga. Al-Qur’an tidak menyajikannya secara sistematis, melainkan memuat ayat-ayat terkait moral, keimanan, status sosial, dan kesetaraan. Penelitian ini bertujuan mengetahui makna kafā’ah dalam Al-Qur’an serta menganalisis penafsirannya melalui pendekatan hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman untuk mewujudkan pernikahan yang setara. Penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan Double Movement Fazlur Rahman. Sumber data primer berupa Al-Qur’an (Q.S. An-Nur: 3 dan 26, Q.S. Al-Baqarah: 221, Q.S. Al-Hujurat: 13, Q.S. An-Nisa: 25), serta kitab tafsir, buku, dan jurnal sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan dengan memahami konteks sosio-historis ayat, menemukan ideal moral, lalu mengontekstualisasikannya dalam realitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan kafā’ah dalam Al-Qur’an tidak berorientasi pada keturunan, status sosial, kekayaan, atau ras, melainkan keselarasan moral, keimanan, dan ketakwaan. Kafā’ah dipahami sebagai kesepadanan nilai yang mencukupi kebutuhan fundamental rumah tangga, terutama keimanan, moralitas, karakter, dan tanggung jawab. Melalui pendekatan Double Movement, kafā’ah bertransformasi dari instrumen hierarki sosial menjadi prinsip etis untuk mewujudkan relasi perkawinan yang adil, harmonis, saling menghargai, dan setara sesuai nilai-nilai universal Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kafā’ah; Pernikahan; Al-Qur’an; Double Movement |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Culture and Institutions > Marriage |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Puspita Amanah |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 08:00 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 08:00 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140483 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



