Dewi, Ira Puspita (0024) Talam sehidang sebagai kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial masyarakat Multireligius di Desa Tanjung Harapan Kabupaten Lingga. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover i.pdf Download (386kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak .pdf Download (546kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
Keterangan Bebas Plagiarisme..pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
5_bab1.pdf Download (854kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (723kB) |
||
|
Text (BAB 3)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
||
|
Text (BAB 4)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB 5)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (715kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (538kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tradisi lokal merupakan praktik sosial dan budaya yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat. Dalam masyarakat yang memiliki keberagaman agama dan latar belakang sosial, tradisi bersama menjadi bagian penting dalam melihat hubungan antara kearifan lokal dan kehidupan sosial. Salah satunya adalah Talam Sehidang di Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Lingga, yang dilaksanakan melalui kegiatan makan bersama dalam satu talam pada berbagai kegiatan adat, keagamaan, dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bentuk dan pelaksanaan tradisi Talam Sehidang serta perannya dalam membangun harmoni sosial masyarakat multireligius di Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Lingga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan tradisi Talam Sehidang sebagai kearifan lokal masyarakat di Desa Tanjung Harapan serta menganalisis perannya dalam membangun harmoni sosial masyarakat multireligius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Analisis penelitian menggunakan perspektif Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons dengan memfokuskan pada fungsi Integration dan Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Talam Sehidang merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu yang dilaksanakan melalui kegiatan makan bersama dalam satu talam dan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, serta masyarakat umum. Pelaksanaan tradisi memiliki tata cara dan tata krama tertentu yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, kesetaraan, dan saling menghormati yang menjadi bagian dari praktik sosial masyarakat. Dalam kaitannya dengan harmoni sosial, fungsi Integration terlihat melalui interaksi, komunikasi, kerja sama, dan kebersamaan masyarakat dalam pelaksanaan tradisi yang mempertemukan warga dari latar belakang agama dan sosial yang beragam. Sementara itu, fungsi Latency terlihat melalui pemeliharaan dan pewarisan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Talam Sehidang kepada generasi berikutnya. Kedua fungsi tersebut memberikan kerangka untuk memahami hubungan antara pelaksanaan tradisi, interaksi sosial, dan pemeliharaan nilai budaya dalam kehidupan masyarakat multireligius.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Talam Sehidang; Kearifan Lokal; Harmoni Sosial; Masyarakat Multireligius; Integration; Latency; |
| Subjects: | Customs and Personal Appearance |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Ira Puspita Dewi |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 08:17 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 08:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140565 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



