Danti, Sri (2026) Konsep pengendalian amarah dalam Al-Qur'an: Pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER (2).pdf Download (99kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK (2).pdf Download (60kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT KETERANGAN LULUS PLAGIARISME)
1221030196 Sri Danti - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (1) (1).pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI (2).pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) |
||
|
Text (BAB I)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) |
||
|
Text (BAB II)
BAB 2 LANDASAN TEORI.pdf Restricted to Registered users only Download (334kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (321kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (724kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5 PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
NASKAH SKRIPSI SRI 3-151-158.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
Abstract
Amarah yang tidak terkendali telah menjadi fenomena sosial yang meresahkan, terlihat dalam berbagai bentuk seperti pertengkaran rumah tangga, konflik antar tetangga, perselisihan di tempat kerja, hingga tindak kekerasan di ruang publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia semakin kesulitan mengelola emosi, terutama amarah, dalam interaksi sosial sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan pengendalian amarah pada manusia serta menganalisis konsep pengendalian amarah dalam ayat-ayat tersebut dengan menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed, yaitu tahap pertemuan (encounter), analisis kritis (critical analysis), makna bagi penerima pertama (meaning for the first recipients), dan makna untuk masa kini (meaning for the present). Data primer penelitian ini adalah QS. Ali 'Imran [3]: 134 dan QS. Asy-Syura [42]: 37, serta lima ayat pendukung (QS. Al-A'raf [7]: 150, 154; QS. Thaha [20]: 86; QS. Al-Qalam [68]: 48; dan QS. Ali 'Imran [3]: 119). Data sekunder adalah data yang mendukung dan terkait dengan data primer, meliputi penafsiran, data historis, dan riset terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal pokok Pertama, ayat-ayat tentang pengendalian amarah dalam Al-Qur'an terdiri atas dua ayat inti (QS. Ali 'Imran [3]: 134 dan QS. Asy-Syura [42]: 37) yang secara langsung memerintahkan untuk menahan amarah dan memaafkan, serta lima ayat pendukung (kisah Nabi Musa, Nabi Yunus, dan sikap orang munafik) yang berfungsi sebagai ilustrasi bahwa amarah merupakan fitrah manusia yang dapat dikendalikan. Kedua, konsep pengendalian amarah dalam Al-Qur'an berdasarkan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed melalui empat tahapan, yaitu: (1) encounter (pertemuan), yaitu kesadaran bahwa amarah adalah fitrah manusia; (2) critical analysis (analisis kritis), yaitu regulasi emosi yang sehat; (3) meaning for the first recipients (makna bagi penerima pertama), yang mencakup dimensi individual-spiritual pada ayat-ayat Makkiyah sebagai penghibur dan penguat iman di tengah penindasan, serta dimensi sosial-kolektif pada ayat-ayat Madaniyah sebagai pedoman interaksi sosial di tengah masyarakat majemuk yang telah memiliki kekuasaan, di mana tindakan menahan amarah dan memaafkan berdampak pada apresiasi Tuhan berupa pahala atau kerugian; dan (4) meaning for the present (makna untuk masa kini), yang menemukan hirarki nilai fundamental, yaitu pengendalian diri demi perlindungan jiwa dan terciptanya harmoni sosial. Dengan demikian, konsep pengendalian amarah dalam Al-Qur'an menekankan kesadaran bahwa amarah adalah sifat natural manusia yang harus diimbangi dengan tindakan menahan diri dan memberi maaf sebagai wujud visualisasi regulasi emosi yang positif, sehingga menjadi nilai fundamental yang melekat pada pribadi seseorang. Visualisasi pribadi yang memiliki nilai fundamental tersebut terlihat dalam etika komunikasi, di mana ia berpegang teguh pada prinsip qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan ma'rufan (perkataan yang baik), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), qaulan kariman (perkataan yang mulia), qaulan balighan (perkataan yang tepat sasaran), dan qaulan maysuran (perkataan yang ringan dan mudah diterima).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengendalian Amarah; Al-Qur'an; Pendekatan Kontekstual; Abdullah Saeed; Etika Komunikasi |
| Subjects: | Islam Islam > Interpretation and Criticism of Koran Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri Danti |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 01:18 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 02:12 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140582 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



