Praktik zakat, infak, dan sedekah dalam perspektif teori fungsionalisme dan kapital sosial: kajian di desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis

Al Parisi, Salman Hilmi (2026) Praktik zakat, infak, dan sedekah dalam perspektif teori fungsionalisme dan kapital sosial: kajian di desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (49kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (206kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (954kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (991kB) | Request a copy

Abstract

Kajian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama ini didominasi pendekatan normatif-teologis dan ekonomi, sehingga dimensi ZIS sebagai gejala keberagamaan yang hidup dan terlembaga dalam struktur sosial desa belum tergarap memadai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik ZIS di Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis; menganalisis fungsi sosialnya melalui skema AGIL Talcott Parsons; serta mengidentifikasi peran kapital sosial jaringan, kepercayaan, dan legitimasi simbolik berdasarkan teori Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus UPZ, aparat desa, tokoh agama, muzaki, dan mustahik, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, praktik ZIS berlangsung dalam dua ranah yang saling menjalin, yakni kelembagaan formal melalui UPZ di bawah BAZNAS Kabupaten Ciamis dan sosial-informal berbasis jaringan ketetanggaan serta pengajian, dengan gerakan infak kencleng sebagai inovasi penghimpunan yang mengantarkan desa ini menjadi Kampung Zakat pada 2023. Kedua, praktik ZIS menjalankan keempat imperatif AGIL secara simultan, namun fungsi tersebut bukan sesuatu yang otomatis ada, melainkan capaian yang direproduksi periodik melalui ritual transparansi. Ketiga, keberhasilannya ditopang kapital sosial religius yang bekerja melalui jaringan bonding, bridging, dan linking; kepercayaan yang diproduksi lewat prinsip kahartos, karaos, kabuktos; serta legitimasi simbolik tokoh agama. Temuan utamanya, kencleng mendemokratisasi modal simbolik kedermawanan pada pemberian bertaruhan-rendah sehingga warga miskin pun dapat menjadi pemberi membalik tesis reproduksi Bourdieu; namun pada register zakat mal logika perjuangan ranah justru terkonfirmasi, sebab muzaki besar menahan pemberiannya agar modal simboliknya tidak melebur ke dalam otoritas pengukuhan UPZ tokoh agama. Penelitian ini menawarkan konsep kapital sosial religius berbasis kencleng beserta empat proposisi konseptual. Proposisi 1 (demokratisasi): makin rendah ambang ekonomi dan simbolik untuk menjadi pemberi, makin luas partisipasi filantropi komunitas, terlepas dari kemakmuran warganya. Proposisi 2 (jaringan): variasi kinerja antarlingkungan mengikuti kepadatan dan kualitas simpul jaringan lokal, bukan tingkat pendapatan atau religiusitasnya. Proposisi 3 (batas simbolik): institusionalisasi pemberian berhenti pada pemberian yang taruhan modal simboliknya tinggi, sehingga zakat mal berpindah ke lembaga hanya bila tersedia pengakuan simbolik pengganti yang setara. Proposisi 4 (fungsi sebagai capaian): fungsi sosial ZIS (AGIL) bukan properti otomatis institusi zakat, melainkan capaian yang direproduksi periodik melalui ritual transparansi, dan terhentinya ritual meramalkan meluruhnya fungsi lebih cepat daripada struktur formalnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: zakat; infak; dan sedekah; fungsionalisme AGIL; kapital sosial; modal simbolik; Kampung Zakat; Desa Panyingkiran;
Subjects: Sociology and Anthropology, Society
Social Interaction, Interpersonal Relations
Social Process
Analysis, Theory of Functions > Functional Analysis
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Studi Agama Agama
Depositing User: Salman Hilmi Alparisi
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:10
Last Modified: 02 Sep 2026 07:10
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140801

Actions (login required)

View Item View Item