Analisis kesetaraan gender dalam buku nyanyi sunyi para puan karya Dian Septi Trisna menurut pemikiran Amina Wadud

Nursyafitri, Selfi (2026) Analisis kesetaraan gender dalam buku nyanyi sunyi para puan karya Dian Septi Trisna menurut pemikiran Amina Wadud. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
01_coverr .pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (289kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (271kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (234kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (230kB) | Request a copy

Abstract

Ketidakadilan gender di Indonesia sering kali bersumber dari rendahnya literasi klektif serta pemahaman keagamaan yang parsial dan dogmatis tanpa penalaran kritis. Manifestasi ketimpangan ini membeku dalam Konstruksi sosial patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan rentan terhadap kekerasan. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di ranah sosial empiris, tetapi juga terepresentasikan secara emosional dalam karya sastra, salah satunya buku Nyanyi Sunyi Para Puan karya Dian Septi Trisnanti. Penelitian ini berupaya membedah representasi pengalaman traumatis perempuan dalam karya tersebut melalui lensa teologis feminis Amina Wadud guna mengungkapkan hakikat manusia yang setara di hadapan Allah SWT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi narasi dan konsep ketidakadilan gender yang ditampilkan dalam buku Nyanyi Sunyi Para Puan, serta menganalisis secara mendalam penafsiran atas pengalaman hidup perempuan tersebut berdasarkan kerangka pemikiran Amina Wadud. Adapun untuk mempermudah menganalisis, penulis menggunakan kerangka teoretis yang digagas oleh Amina Wadud mengenai hermeneutik tauhid. Teori ini menjelaskan bahwa prinsip ketuhanan yag tunggal menegaskan tidak adanya hierarki atau dominasi antar makhluk, sehingga sistem patriarki pada hakikatnya merupakan konstruksi sosial yang menyimpang. Wadud menekankan pentingnya metode penafsiran teks yang melibatkan pengalaman hidup perempuan (reading with female experience) sebagai bias sosiologis dan teologis dalam mewujudkan keadilan gender. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif- analitis dengan pendekatan hermeneutika. Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh penulis dalam melakukan penelitian pertama, melalui pengumpulan data primer objek material secara saksama berupa korpus teks, diksi, dan narasi yang terkandung dalam buku Nyanyi Sunyi Para Puan. Kedua, melalui studi kepustakaan (library research) yaitu penelaahan buku-buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang berhubungan dengan pemikiran Amina Wadud serta masalah penelitian. Dari hasil analisis yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tiga poin mendasar. Pertama, isi narasi buku Nyanyi Sunyi Para Puan merepresentasikan spektrum kekerasan nyata yang dihadapi perempuan di era modern, mulai dari kekerasan berbasis gender online, kekerasan seksual di ranah industri, hingga pemerkosaan dalam pernikahan (marital rape). Kedua, konsep ketidakadilan gender dalam buku tersebut termanifestasi secara sistemik melalui indikator marginalisasi, subordinasi, stereotip negatif, dan beban ganda (double burden). Ketiga, berdasarkan perspektif Amina Wadud, resistensi kaum perempuan dalam buku tersebut dipandang sebagai agensi moral yang sah secara teologis, yang membuktikan bahwa penegakan kesetaraan gender merupakan ruh asli dari nilai Tauhid demi memuliakan martabat kemanusiaan secara universal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Amina Wadud; Feminisme; Hermeneutika Tauhid; Nyanyi Sunyi Para Puan.
Subjects: Islam Umum > Islam dan Filsafat
Philosophy and Theory of Arts
Painting and Paintings
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat
Depositing User: Selfi Nursyafitri
Date Deposited: 03 Sep 2026 09:21
Last Modified: 03 Sep 2026 09:21
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140851

Actions (login required)

View Item View Item